Kisah Seorang Penjagal yang Tidak Mempan Lagi dengan Tendangan Sapi
Pria kelahiran 12 oktober 1975 ini, mengaku enjoy menjalankan pekerjaan yang dilakoninya mulai tahun 1993 sampai sekarang.
Editor:
Hasanudin Aco
Rasa ketegangan itu katanya timbul disetiap menyembeli sapi disaat qurban, karena itu dilaksanakan dilapangan, atau ruang terbuka yang sangat rawan pagi penjagalnya, sedangkan di RPH para penjagal hanya didalam ruangan.
Menyembeli sapi tidak muda seperti yang dilihat secara kasak mata. dg. Tiro sendiri sebelum menyembeli sapi tidak lepas dari pesan dan amanah dari buyutnya, dimana ia diamanahkan untuk membaca doa sebelum mengiris leher sapi itu dengan doa "Bismillahirahmani rahim, lalu membaca Allahu Akbar...4 kali," ujarnya, Kamis (2/10).
Berita Populer
Baca tanpa iklan