Godain Dua Cewek Tak Ditanggapi, Siswa SMK di Palembang Ini Lempar Air Keras
Lantaran tersinggung karena dicueki saat menggoda dua orang cewek yang tengah melintas, membuat Raka Putra Pratama (17), kesal dan sakit hati.
Editor: Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Lantaran tersinggung karena dicueki saat menggoda dua orang cewek yang tengah melintas, membuat Raka Putra Pratama (17), kesal dan sakit hati.
Saking kesalnya, tersangka warga Jalan Letnan Hadin Rt 30/11 Kelurahan 20 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang itu, nekat menyiram keduanya dengan menggunakan air keras (cuka para-red).
Korban bernama Sri Maryansi (20) dan Sri Marweni (14), merupakan dua bersaudara kandung. Keduanya disiram tersangka saat berada di Jalan Tanjung Siapi-api persisnya di kawasan lampu merah Simpang Bandara SMB II, Minggu (02/11) sekitar pukul 17.30.
Saat ini, kedua kakak beradik tersebut yang diketahui sebagai warga Jalan Pengadilan Tinggi Kampung Pulau Gadung Rt 55/10 Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang itu, tengah menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit (RS) Myria setelah mengalami luka bakar di wajah dan tubuh.
Tersangka Raka yang masih duduk di bangku kelas II SMKN 7 Palembang Jurusan Mesin ini, tidak berkutik saat diamankan di rumahnya, senin (3/11) sekitar pukul 01.00. Penangkapan tersangka, dilakukan berdasarkan keterangan dari saksi korban.
Menurut keterangan tersangka, ia nekat melemparkan bungkusan kantong kresek warna hitam yang berisi air keras yang berada di stang motor Yamaha Vixion warna putih yang dikendarainya, kepada kedua korban karena tersinggung tidak dibalas sapaannya.
"Saat itu saya lagi jalan-jalan naik motor sendirian. Saat di jalan persis di SPBU Tanjung Api-api, saya bersisipan dengan keduanya yang juga tengah mengendarai sepeda motor langsung saya tegur 'hai adik'. Namun saat itu, dia (korban-red) tidak menghiraukannya dan diam saja sedikitpun tidak menoleh, hingga membuat saya tersinggung. Kemudian langsung saya buntuti hingga di lampu merah, dan setelah berhenti langsung saya lemparkan cuka itu menggunakan tangan kanan dan saya langsung pergi pulang," jelas tersangka yang ternyata juga diketahui sebagai kelompok Motor sekaligus Suporter Singa Mania Letsi ini, Rabu (5/11).
Sementara saat disinggung soal dari mana ia mendapatkan cuka para tersebut, dengan berbelit-belit, tersangka mengungkapkan jika cuka tersebut didapatkannya di sebuah bus kota yang ia naiki bersama kawan-kawan suporternya saat menyaksikan sepakbola sekitar dua bulan yang lalu.
"Air keras itu sudah lama saya dapatkan. Namun masih saya simpan di rumah. Dan kebetulan, saat itu saya hendak jalan-jalan, karena saya menggunakan baju sporter dan takut diserang jadi air keras itu saya bawa saja. Baru sekali itu lah saya menyiram orang pak dan itu juga karena emosi," katanya.
Saat disinggung soal sepeda motor yang ia gunakan, tersangka mulai mengarang cerita dan seakan-akan ingin menutupi sesuatu.
Bahkan ia terus berkelit dengan terus memberikan cerita yang berubah-ubah. Ia juga sempat menarik kata-katanya kalau dirinya telah melakukan penyiram terhadap korban.
"Saya tidak tahu motor itu siapa nama pemiliknya. Motor itu saya pinjam sama orang yang tidak saya kenal di Pahlawan dengan menjaminkan handpone milik saya dan orang itu lagi mabuk. Setelah itu, motor langsung saya bawa untuk jalan-jalan ke Tanjung Api-api itu dan setelah selesai saya kembalikan kepada pemiliknya. Saya bukan maling pak," terangnya.
Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Imam Tarmudi didampingi Kanit Reskrim, Iptu Heri menjelaskan, terkait keterangan tersangka yang selalu berubah-ubah saat disinggung mengenai sepeda motor yang ia gunakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Akan kita dalami, apakah tersangka juga merupakan pelaku tindak pencurian sepeda motor. Karena saat disinggung mengenai sepeda motor yang ia gunakan, tersangka masih selalu memberikan keterangan yang berbelit-belit dan berubah," terangnya.