Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Makassar Rusuh, Seorang Mahasiswa Tertembak

Korban merupakan Panglima Gerakan Aktivis Mahasiswa.

Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Makassar Rusuh, Seorang Mahasiswa Tertembak
hasan/tribun-timur.com
Mahasiswa yang mengaku dari Universitas Indonesia Timur tertembak saat aksi bentrok dipersimpangan Jl AP Pettarai dengan Jl Rappocini Raya Makassar, Kamis (6/11/2014) 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Aksi unjuk rasa mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, yang menolak kenaikan harga BBM bersubsidi berujung pada bentrok.

Seorang pendemo dikabarkan kena tembakan saat menggelar aksi unjuk rasa di persimpangan Jl AP  Pettarani-Jl Rappocini Raya Makassar. Mahasiswa itu bernama Adhi Puto dari Universitas Indonesia Timur (UIT).

Dia merupakan Panglima Gerakan Aktivis Mahasiswa.

Mahasiswa jurusan Fakultas Hukum UIT terkena luka tembakan bagian bahu sebelah kiri. Saat ini korban dirawat di Rumah Sakit Faisal Makassar.

Informasi yang diperoleh Tribun Timur (Tribunnews.com Network) di TKP   mahasiswa ini tertembak pada jarak 10 meter antara petugas dengan para pendemo.

Belum diketahui siapa  yang melepaskan tembakan itu. Hingga saat ini belum ada pihak yang bisa memberikan keterangan terkait insiden penembakan tersebut.

Hendrianto salah  mahasiswa UIT yang ikut dalam aksi demontrasi tersebut  yang dikonfirmasi Tribun-Timur.com, membenarkan ada rekannya yang terkena tembakan petugas yang melakukan pengamanan pada saat terjadi aksi demontrasi yang berlangsung di Jl AP Pettarani Makassar.

Berita Rekomendasi

"Rekan kami Adhi Puto terkena tembakan di bagian bahu," kata Hendrianto.

Dia mengatakan,  dalam aksi bentrok antara polisi dengan mahasiswa pada Kamis (6/11/2014) sore sedikitnya 9 mahasiswa diamankan polisi.

Hendrianto mengaku sangat menyesalkan tindakan represif aparat kepolisian yang semena- mena melakukan tindak anarkis dalam membubarkan aksi demontrasi mahasiswa yang melakukan demontrasi untuk membela masyarakat kecil yang akan makin menderita menanggung beban hidup yang lebih berat bila pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM.

"Kami tetap akan terus melakukan gerakan terkait rencana kenaikan BBM ini. Apalagi dengan adanya korban atas tindakan aparat sudah melewati batas," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas