Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wartawan Asing Kaget Perempuan AS Bela Republik

Ada kira-kira selusin wartawan asing dari Inggris, Amerika, Australia, Kanada, Prancis tetapi tak seorang pun dari Belanda

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Wartawan Asing Kaget Perempuan AS Bela Republik
surya/ipphos
Presiden Sukarno ingin generasi muda mengetahui jasa Muriel Stuart Walker alias K tut Tantri. 

Ia menyadari, Belanda juga memusuhinya karena berperan menghalangi kembalinya kolonialisme di Indonesia.

“Secara pribadi, saya tidak membenci orang Belanda tapi semata-mata membenci kolonialisme Belanda,” tuturnya.

Tantri mengaku, usai konferensi pers itu diminta oleh seorang pemimpin untuk berkenalan langsung dengan Bung Karno.

Namun, Tantri menolak karena segan dan ingin segera kembali ke basis persembunyiannya.

“Hari berikutnya, berbagai pemancar radio menyiarkan kisah itu, dan aku merasa sedih dan heran setelah tahu kehidupan pribadiku lebih penting dalam pandangan pers daripada perjuangan 70 juta rakyat untuk merdeka,” tulisnya.

Bagaimana jalan hidup K’tut Tantri setelah Indonesia berdaulat penuh, apa mimpinya dan hari-hari terakhir wafatnya? Silakan ikuti tulisan besok. (yuli akhmada)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Surya
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas