Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Tabrak Besi, KA Komuter di Lamongan Macet Hampir 1 Jam

”Tapi saat itu pengawas masih belum datang. Karena takut tertabrak KA, besi saya lepas begitu saja” aku Yanto.

zoom-in Tabrak Besi, KA Komuter di Lamongan Macet Hampir 1 Jam
TRIBUNNEWS.COM/Richard Susilo
Allegra kereta api baru dan cantik Jepang baru mulai operasi 1 November 2014 

TRIBUNNEWS.COM,LAMONGAN -  Kereta Api Komuter mogok di Pandan Pancur, Deket, Lamongan, Jawa Timur.

Karena Menabrak dua besi yang berada ditengah rel yang akan dipasang untuk pembuatan pagar pembatas turut tanah Perumka, Kamis (13/11).

Akibat kejadian ini, para penumpang kereta api jurusan Cepu-Surabaya, itu terlantar hingga beberapa saat.

Kereta Api Komuter menghantam dua besi yang berada ditengah rel tersebut, hingga terseret 500 meter dan membuat KA harus Wahono Penyelia (Supervisor, red) rel KA mengaku terhentinya kereta api akibat menabrak dua besi.

Sementara besi yang melintang diseruduk KA itu evakuasinya memakan waktu cukup lama.

Fenje (30) penumpang kereta dari Cepu yang hendak menuju Surabaya menjelaskan, kereta berhenti sekitar pukul 08.00 WIB.

Dia bersama ratusan penumpang hanya duduk sambil menunggu evakuasi besi yang memacetkan kereta.

Berita Rekomendasi

Fenje mengaku kecewa karena harus terlambat hanya karena kereta api macet.

“Karena kereta terhalang macet, perjalanan terganggu membuat kami semua telat masuk kerja,” ungkap Fenje.

Munculnya KA yang dianggapnya begitu mendadak dan semakin dekat dengan para pekerja membuat mereka ketakutan dan meninggalkan besi yang ada di tengah rel.

Tentu sikap reflek para pekerja ini mengancam keselamatan KA ketika melintas.

Yanto (38) pekerja proyek rel KA mengungkapkan biasanya ada pengawas yang memberi tahu jika akan ada kereta yang lewat.

”Tapi saat itu pengawas masih belum datang. Karena takut tertabrak KA, besi saya lepas begitu saja” aku Yanto.

Untuk mengevakuasi besi membutuhkan waktu hamper 1 jam,. Para pekerja harus memotong – motong besi menggunakan las karbit.

Kereta baru bisa melanjutkan perjalanan usai besi yang tersangkut dilorong kereta bisa diambil.(st36)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas