Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Otopsi Mencari Penyebab Kematian Kopka Andi

"Kami punya bukti kuat dari foto. Jika bunuh diri, lidah akan menjulur sekitar tiga centimeter dan sperma keluar. Nyatanya, celana dalamnya bersih,

zoom-in Otopsi Mencari Penyebab Kematian Kopka Andi
surya/Didik Mashudi
Makam Kopka Andi sudah dibongkar dan peti mayatnya diangkat untuk diotopsi, Selasa (2/12/2014 

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI - Otopsi mantan ajudan Komandan Kodim 0812/ Lamongan, Kopka Andi Pria Dwi Harsono di Kompleks Pemakaman Kristen, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Selasa (2/12/2014), untuk memastikan penyebab kematian.

Kuasa hukum keluarga almarhum, Abu Hanifah, di pemakaman mengatakan, keluarga ingin mencari kejelasan terkait dengan tewasnya Andi yang dinilai tidak wajar.

"Kami punya bukti kuat dari foto. Jika bunuh diri, lidah akan menjulur sekitar tiga centimeter dan sperma keluar. Nyatanya, celana dalamnya bersih, tidak ada bercak sperma," katanya.

Jika dari hasil pemeriksaan tim forensik menyebut ada hasil yang menunjukkan adanya luka penganiayaan, keluarga akan menuntut agar proses hukum kasus tersebut dituntaskan.

Abu juga mengatakan, Andi dituduh melakukan pelecehan saat memandikan putri Komandan Kodim 0812 Lamongan.

Si anak yang masih balita itu mengadu pada ibunya, yang kemudian melaporkan ke suaminya (Dandim).

Dandim lalu meminta tim intel untuk melakukan pemeriksaan. Tim memanggil yang bersangkutan agar secepatnya datang ke kantor. Keluarga, kata Abu, sempat menghubungi Andi.

Berita Rekomendasi

Andi, katanya, mengelak tuduhan itu, hingga akhirnya keluarga kembali menghubungi dan mendapat kabar bahwa Andi sudah meninggal dunia.

Kopka Andi ditemukan tewas gantung diri di ruang penyidikan Intel Kodim Lamongan, 12 Oktober 2014, dalam keadaan tangan masih diborgol.

Pihak Kodim menegaskan, Kopka Andi tewas karena gantung diri, namun keluarganya tidak percaya karena menemukan sejumlah luka lebam di tubuh jenazah.

Keluarga yang menuntut agar kasus itu transparan melaporkan kejadian itu.

Bahkan, Kodam V/Brawijaya juga sudah membentuk tim investigasi tapi sampai kini belum ada perkembangan penyidikan.

Selain keluarga, puluhan tetangga dan rekan almarhum juga datang ke lokasi makam, ingin melihat langsung proses pembongkaran makam. Kegiatan itu mendapat pengawalan ketat dari Polres Kediri, serta TNI.(dim)

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas