TNI AU Tangkap Penodong di Lanud Palembang
Aksi kejahatan disertai dengan penodongan menggunakan senjata api (Senpi) tampaknya kian marak di Kota Palembang.
Editor:
Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Aksi kejahatan disertai dengan penodongan menggunakan senjata api (Senpi) tampaknya kian marak di Kota Palembang.
Bahkan para pelakunya juga tidak pandang bulu memilih lokasinya, di mana ada kesempatan, di situ pula pelaku akan melancarkan aksinya.
Seperti aksi yang dilakukan Firman (27) bersama seorang rekannya Anang (DPO).
Kali ini keduanya melancarkan aksinya terhadap dua orang pelajar muda-mudi yang tengah asik nongkrong di kawasan Jalan Talang Betutu Lanud Palembang, Selasa (16/12/2014) sekitar pukul 09.30.
Namun sial menghampiri tersangka Firman yang tercatat sebagai warga Babat Supat Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ini.
Di saat hendak membawa kabur sepeda motor Suzuki FU berwarna hijau BG 6055 JAC milik korban Rizki (16), ia berhasil ditangkap anggota Lanud yang tengah menggelar Patroli.
Sedangkan rekannya Anang berhasil meloloskan diri dengan mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro.
Dikatakan Firman saat diamankan di Pos Lanud Palembang, ia baru saja datang dari dusunnya.
Setiba di Palembang, ia bertemu rekannya Anang dan langsung diajak berjalan-jalan termasuk ke tempat kejadian perkara (TKP).
"Saya tidak tahu kalau mau diajak menodong dan saya juga tidak tahu kalau Anang telah membawa pistol itu. Tiba-tiba saja saya disuruh ambil motor itu tapi saat dibawa kabur saya berhasil ditangkap tentara setelah mendengar teriakan korbannya," jelasnya.
Sementara itu menurut cerita korban, Rizki warga Sukajadi Perum Mega Asri Blok E, kejadian tersebut berawal saat ia dan kawan perempuannya sedang ngobrol santai di atas sepeda motornya.
Kemudian datang kedua pelaku dan langsung memaksanya untuk menyerahkan sepeda motor miliknya.
"Pelaku yang berhasil kabur itu membawa senpi dan sempat menodongkan ke arah saya sambil ngomong 'nak turun apo nak mati'. Karena saya takut, kunci sepeda motor langsung saya kasih dan mereka langsung pergi membawa sepeda motor saya. Nah di saat itulah, saya langsung teriak minta tolong," jelas korban yang juga tercatat sebagai pelajar itu.
Sedangkan Rianti (14), kawan perempuan korban yang tercatat sebagai warga Komplek Ria PTN Kelurahan Sukajadi Kabupaten Banyuasin ini, hanya tampak diam sambil menundukan kepalanya di samping Rizki saat ditemui di Pos Lanud Palembang.
"Kami sudah pulang sekolah dan langsung ketemuan terus jalan-jalan ke lokasi. Belum lama di sana, kurang lebih sekitar 15 menit datang pelaku dan langsung mengancam itu," katangnya.