Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Balita di Situbondo Ini Terindikasi Terjangkit Virus HIV

terindikasinya balita yang diduga terjangkit virus HIV ini diketahui, ketika rumah gizi menerima pasien balita gizi buruk.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Balita di Situbondo Ini Terindikasi Terjangkit Virus HIV
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
PEDULI AIDS - Sejumlah mahasiswa menunjukkan pita merah saat kampanye peduli AIDS 

TRIBUNNEWS.COM, SITUBONDO-Seorang balita di Situbondon diduga terinfeksi virus HIV.

Pernyataan mengejutkan tersebut, diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Situbondo, Abu Bakar Abdi saat dihubungi wartawan, Senin (2/3/2015)

Menurutnya, terindikasinya balita yang diduga terjangkit virus HIV ini diketahui, ketika rumah gizi menerima pasien balita gizi buruk.

Setelah dilakukan penanganan hingga beberapa minggu, ternyata pasien tersebut tidak mengalami perkembangan kesehatan.

Dari kecurigaan itu, petugas medis rumah gizi menindak lanjuti dengan melakukan diagnosa lanjutan.

"Hasilnya diagnosanya, ternyata balita itu positif terjangkit HIV," kata Abu Bakar Abdi.

Selanjutnya, untuk memastikan penyebab terjangkitnya virus itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Maka petugas medis melanjutkan dengan melakukan diagnosa terhadap ibu kandung sang balita tersebut diketahui positif sebagai ODHA.

"Sekarang kita lakukan pendampingan medis khusus terhadap ibu dan balita itu," katanya.

Sejauh ini, penderita HIV Aids Situbondo hingga Februari 2015 ini terus mengalami peningkatan.

Bahkan sejak tahun 2010 lalu, jumlah penderita HIV AIDS sudah mencapai 371 orang.

“Kenaikan rata-rata penderita dalam setiap tahunnya mencapai 90 penderita, kenaikan itu disebabkan seks bebas dan juga tertular oleh suaminya yang sebelumnya terinfeksi HIV AIDS,” jelasnya.

Sementara penderita tertinggi masih didominasi oleh Ibu rumah tangga, serta sisanya merata keseluruh lapisan profesi di masyarakat. bahkan diantaranya diketahui berstatus pelajar.

Selama ini melalui Komisi Penanggulangan (KPA) dan Dinkes, terus dilakukan upaya penekanan angka penderita HIV AIDS. salah satunya upayanya melakukan pemantauan kesehatan terhadap sejumlah pekerja seks di Situbondo.

"Yang paling dikhawatirkan, penderita yang ternyata tertular dari luar daerah karena sangat sulit dilakukan pemantauan medis," pungkasnya.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas