Rumah Runtuh Diterjang Angin Timpa Ibu dan Balita
Siti Sodikoh (28) dan Silma, putrinya yang masih berusia 3,5 tahun atau balita mengalami luka-luka setelah tertimpa reruntuhan atap akibat angin kenca
Editor: Sugiyarto
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Siti Sodikoh (28) dan Silma, putrinya yang masih berusia 3,5 tahun atau balita mengalami luka-luka setelah tertimpa reruntuhan atap akibat angin kencang yang melanda Desa Jamus Kauman, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jumat (6/3/2015) sore.
Akibat kejadian ini, dua warga Dusun Danurojo, Desa Jamus Kauman, Kecamatan Ngluwar ini mengalami luka sobek dan lebam.
Hal itu terjadi setelah pohon Waru besar berdiameter 60 sentimeter dan panjang 20 meter di dekat pondok pesantren (Ponpes) Qiyamul Muhtadin tumbang dan mengenai atap rumah pipimpinan ponpes tersebut. Atap rumah ambruk dan mengenai keduanya.
“Kedua korban sudah mendapatkan penanganan. Untuk Siti Sodikoh mengalami luka sobek di kepala dan harus menerima tiga jahitan, sementara anaknya Silma lebam-lebam,” jelas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo, Jumat (6/3/2015) petang.
Joko mengatakan, akibat angin kencang ini, puluhan pohon berbagai ukuran tumbang. Sementara, enam rumah di empat kecamatan, mengalami rusak ringan di bagian atap. Angin kencang itu, ujarnya, melanda empat kecamatan.
“Yakni, di Kecamatan Ngluwar meliputi sejumlah dusun di Desa Jamus Kauman, kemudian di Kecamatan Salam di Dusun Kricaan Mesir, Desa Salam,” urainya.
Joko memaparkan, sejauh ini pihaknya telah memberikan bantuan logistik pada korban. Termasuk, mengerahkan lima tim untuk membersihkan pohon tumbang tersebut. Tim tersebut terdiri dari TNI, Polri, relawan, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD).