Buru Pembunuh Anggota TNI, Polisi Kepung Pulau Sebatik
Polisi mengepung Pulau Sebatik untuk mencari pelaku, sekaligus melokalisir agar Syarif tidak melarikan diri ke Malaysia.
Editor: Sugiyarto
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN- Sejumlah anggota polisi dipimpin Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Suparno diperintahkan melakukan pengejaran terhadap Syarif, pria yang diduga sebagai pembunuh Sersan Satu Tata Adi Cahyono, anggota Kodim 0911/Nunukan, Selasa (10/3/2015) dinihari.
Kapolres Nunukan AKBP Christian Tory mengatakan, pengejaran terhadap pelaku dilakukan personel dari Satuan Intel termasuk polsek setempat di Pulau Sebatik.
Polisi mengepung Pulau Sebatik untuk mencari pelaku, sekaligus melokalisir agar Syarif tidak melarikan diri ke Malaysia.
“Kita berusaha mengejar, mencari di mana dia bersembunyi? Sementara informasinya dia ada di Pulau Sebatik,” kata Kapolres, Selasa (10/3/2015).
Kapolres mengatakan, tidak tertutup kemungkinan pelaku melarikan diri ke Malaysia.
Dari Pulau Sebatik wilayah Indonesia, cukup berjalan kaki untuk masuk ke wilayah daratan Malaysia. Sementara untuk menuju ke Tawau, Sabah, Malaysia dapat ditempuh dengan perjalanan laut sekitar 15 menit.
“Makanya kita koordinasi dengan Polisi Di Raja Malaysia,” ujarnya.
Diakui Tory, polisi kesulitan menemukan identitas pelaku. Sehingga sulit melakukan pencarian.
“Karena dia tidak punya sanak keluarga di sini. An, yang kebetulan teman pelaku, tidak terlalu kenal dekat dengan dia,” ujarnya.
Tata tewas ditangan Syarif, Selasa dinihari, dengan satu tusukan mengenai paru-parunya.
Selasa pagi, korban diberangkatkan dari Dermaga Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung menuju Kota Tarakan dengan menumpang speedboat.
Selanjutnya dari Kota Tarakan diterbangkan ke Surabaya untuk dikirim ke kampung halamannya.