Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Nenek Asyani Mengaku Kayu Jati di Persidangan Bukan Miliknya

Salah seorang saksi Perhutani, Sawen mengaku kalau kayu jati yang ditemukan di rumah Pak Cipto itu sama dengan kayu jati yang hilang di petak nomor 43

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Nenek Asyani Mengaku Kayu Jati di Persidangan Bukan Miliknya
Surya/Izi Hartono
Barang bukti kayu jati yang dihadirkan dalam persidangan Nenek Asyani di PN Situbondo, Kamis (19/3/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, SITUBONDO - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendatangkan tiga orang saksi dalam persidangan lanjutan kasus pencurian kayu jati dengan terdakwa nenek Asyani alias Buk Muaris (63) warga Perumahan Banjir Desa/Kecamatan Jatibanteng, Kamis (19/3/2015).

Ketiga saksi pelapor dari Perhutani yang dihadirkan dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim I Kadek Dedy Arcana,
Sawin Kepala KRPH Jatibanteng, Misyanto Efendi dan Sayadi, kedua polisi hutan teritorial (Polhuter).

Salah seorang saksi Perhutani, Sawen mengaku kalau kayu jati yang ditemukan di rumah Pak Cipto itu sama dengan kayu jati yang hilang di petak nomor 43 F.

"Kayu itu diketahui hanya ujungnya, sedangkan bongkolnya tidak ada," kata Kepala KRPH Jatibanteng.

Untuk memastikan kondisi kayu tersebut, Majelis Hakim meminta saksi menunjukkan foto kayu yang dijadikan barang bukti.

Saat majelis hakim meminta saksi perhutani menunjukkan foto kayu, tiba-tiba nenek Asyani yang sedang duduk di samping kuasa hukumnya berdiri dan berjalan mendekati barang bukti kayu yang dihadirkan di persidangan.

"Ini bukan kayu saya," kata Nenek Asyani.

Rekomendasi Untuk Anda

Sidang nenek Asyani yang juga menjerat menantunya Ruslan, masih terus berjalan.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas