Agus Dikejar-kejar Arwah Angeline
Agus menjelaskan alasannya menjeratkan tali di leher dan menaruh boneka di jenazah korban untuk menghindarkannya dari kejaran arwah korbannya.
Editor:
Dewi Agustina
Warga meyakini bahwa Angeline menjadi korban dari pembunuhan beberapa orang terdekat Angeline.
"Saya yakin semuanya di dalam rumah terlibat," teriak Sarkis warga asal Gianyar.
Ia mengatakan, ketika eksekusi pasti ada teriakan dari Angeline.
Sesuatu yang mustahil jika teriakan tersebut tidak didengar oleh ibu angkat Angeline, Margareith.
Ibu kandung Angeline, Hamidah, pun merasa kecewa setelah mendapatkan informasi bahwa Margareith diperbolehkan pulang dan tidak ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
"Pembunuhan terjadi di rumahnya, pasti seisi rumah terlibat," keluhnya sembari menangis di RSUP Sanglah, kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir mertua Hamidah, Saniman dan ayah biologis dari Angeline, Rosidiq.
"Saya sangat kecewa setelah mendengar bahwa Margareith dan anak-anaknya diperbolehkannya pulang oleh pihak kepolisian," terang Rosidiq yang sudah setahun lebih pisah ranjang dengan Hamidah.
Rosidiq dan Hamidah tidak bisa menerima perlakukan orangtua angkat anaknya itu yang dinilai memperlakukan Angeline dengan tidak manusiawi hingga menyebabkannya tewas.
Menurut dr Lely Setyawati, psikolog yang sempat memeriksa kejiwaan Margareith selama tiga jam di Polresta Denpasar, Rabu (10/6/2015) malam, ada kelainan dalam diri wanita berumur 50 tahun itu.
"Ya, hasil pemeriksaan memang dia psikopat," kata Lely, kemarin.
Selama pemeriksaan di Polresta Denpasar, Margareith selalu menjawab dengan nada tinggi dan sesekali menangis.
Hingga akhirnya Polresta mendatangkan seorang psikiater.