Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sejak Ditemukan Bercak Darah di Kamar Margriet, Banyak Kejanggalan dalam Kasus Angeline

Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri telah menemukan bercak darah di dalam kamar Margriet Chistina Megawe (50), ibu angkat Angeline.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Sejak Ditemukan Bercak Darah di Kamar Margriet, Banyak Kejanggalan dalam Kasus Angeline
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Tim INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) kembali melakukan rekontruksi di rumah Angeline Jalan sedap malam, Denpasar, Sabtu (13/6/2015). Rekontruksi ini terkait ditemukannya bercak darah di kamar Margareth Ibu angkat angeline. TRIBUN BALI/RIZAL FANANY 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR – Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri telah menemukan bercak darah di dalam kamar Margriet Chistina Megawe (50), ibu angkat Angeline.

Darah yang ditemukan adalah dari satu orang yang sama.

Penemuan ini dibenarkan oleh Naomi, Tim Reaksi Cepat Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak.

"Saya kemarin turun ke lapangan langsung, bersama dengan Tim Labfor Mabes Polri. Informasi yang kemarin saya dapatkan seperti itu. Ada bercak darah dari orang yang sama di kamar si tersangka Agustinus dan di kamar ibu angkat Angeline, Margriet," ujarnya kepada Tribun Bali, Jumat (12/6/2015).

Tak hanya Naomi, penemuan bercak darah dibenarkan oleh Kapolda Bali, Irjen Ronny F Sompie.

Ia mengaku pihaknya sudah mengetahui soal penemuan bercak darah di kamar ibu angkat Angeline, Margriet.

Polda Bali lalu menyerahkan darah tersebut ke Tim Forensik untuk mengecek apakah darah itu darah manusia atau bukan.

Rekomendasi Untuk Anda

Semenjak ini mencuat, banyak orang yang bereaksi dan menyatakan jika ada kejanggalan dari kasus kematian Angeline.

Mereka yang merasa janggal di antaranya Komnas Perlindungan Anak, kuasa hukum Agustinus Tai Hamdamai, Haposan Sihombing, dan lainnya.

Berikut, Tribun Bali merangkum kejanggalan berdasarkan tiap versi mereka:

Versi Komnas Perlindungan Anak:

* Keluarga tidak langsung lapor polisi pada hari pertama hilang. Hanya buat pengumuman di laman Facebook berjudul "Find Angeline-Bali's Missing Child".

* Angeline disebut hilang pukul 15.00 Wita. Hasil investigasi, tetangga rumah yakin Angeline tidak diculik. Karena, pagar rumah terkunci.

* Keluarga selalu menghalangi investigasi di rumah.

* Keterangan guru dan tetangga, sering melihat bocah itu dalam keadaan lusuh dan bau. Keluarga menolak kedatangan Menteri Yuddy Chrisnandi dan Menteri Yohana Yembise.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas