Salat Tarawih Malam Pertama di Masjid Setda Garut Hanya Empat Orang
Salat Tarawih pertama di Masjid Sekretariat Daerah Garut, Rabu (17/6/2015) malam, hanya diikuti empat orang.
Editor: Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Saat masjid-masjid lain di Kabupaten Garut disesaki jemaah, ibadah salat Isya dan Tarawih di Masjid Sekretariat Daerah Garut diikuti hanya empat orang di malam pertama Ramadan, Rabu (17/6/2015).
Masjid tersebut dapat menampung sekitar 800 orang.
Menjelang waktu Isya, masjid yang dikelilingi kantor-kantor sekretariat, SOPD, dan DPRD Kabupaten Garut, kosong kendati seluruh lampunya menyala.
Pintu-pintunya tertutup tetapi tidak dikunci.
Wartawan Harian Radar Garut, Iqbal Gojali, akhirnya mengumandangkan azan Isya. Iqbal pun menjadi imam salat Isya dan Tarawih.
Salat wajib dan sunah ini pun akhirnya diikuti hanya tiga makmum.
Salat Tarawih dilaksanakan dengan rangkaian empat rakaat dan empat rakaat, diikuti tiga rakaat salat witir. Walaupun dilaksanakan di dalam masjid besar, salat berjamaah dengan tiga makmum ini berjalan khidmat dan khusyuk.
Tanpa pengeras suara, ayat Alquran yang dilantunkan Iqbal dalam salat menggema mengisi masjid.
(Baca juga : Ternyata Ahok Sering Nikmati Pengajian Melalui Kaset)
Ilustrasi Pengajian
Iqbal berharap salat berjamaah dengan jumlah makmum sedikit ini dapat menghidupkan semangat Ramadan di dalam masjid yang biasa digunakan untuk berbagai kegiatan keagaamaan Pemerintah Kabupaten Garut ini.
Harapannya, akan semakin banyak warga yang beribadah di masjid tersebut pada Bulan Suci Ramadan ini.
Tarawih Meski Dikepung Abu Vulkanik
Sementara itu, pengungsi letusan Gunung Sinabung di Sumatera Utara, tetap menjalankan ibadah Salat Tarawih.
Hujan abu vulkanik terus mengepul dari kawah Gunung Sinabung. Tak henti pula guguran lava pijar.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.