Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Insiden Bom Molotov Berawal Dari Skors 8 Mahasiswa UMI

Mereka ditangkap dengan cara digerebek di tempat berbeda.Waktu penangkapan dipimpin langsung oleh

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Insiden Bom Molotov Berawal Dari Skors 8 Mahasiswa UMI
TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
RUMAH GURU BESAR UIN ALAUDDIN DILEMPARI BOM MOLOTOV - Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Prof Qasim Mathar menunjukan bekas kebakaran akibat lemparan bom molotov orang tak dikenal di kediamannya jalan bontoduri dua, Makassar, Sulsel, Selasa (12/5). Insiden yang terjadi sekitar pukul 2 dini hari tersebut diduga sebagai teror jelang pemilihan rektor UIN Alauddin. TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Berdasarkan laporan dari pihak Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI), kedua mahasiswa ini dilaporkan kecewa karena delapan rekannya diskors. Juli 2015 lalu, pihak fakultas menjatuhkan sanksi skorsing kepada 8 mahasiswa dari tiga jurusan berbeda.

"Mereka telah berkali kali melakukan pelanggaran akademik dan tindakan kriminal di kampus," kata Gani, tanpa merinci pelanggaran Asrianto dan rekannya.

Karena kecewa dengan sikap fakultas, Ma'ruf alias Ma'ruf Rampal (21) dan Asrianto (23) nekat melakukan aksi teror dengan melempar bom molotov ke rumah dosen mereka. Mereka pun akhirnya ditangkap.

Penangkapan kedua pelaku ini, setelah hampir dua pekan lebih mereka menjadi buronan. Mereka ditangkap dengan cara digerebek di tempat berbeda.Waktu penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Resmob AKP Edy Sabhara Jusuf dan Kasubnit Resmob Ipda Rizkika Kadir.

Informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian pada saat penangkapan awalnya sempat terjadi pengejaran terhadap Ma"ruf. Anggota resmob melakukan pengejaran, terbagi 3 tim, 1 tim mengejar melalui Jl Borong Raya, 1 Tim lagi melakukan pengejaran di Jl Batua Raya, 1 tim lagi mengejar lewat jalan inspeksi kanal, namun pelaku mampu meloloskan diri.

Sekitar pukul 05.15 wita, setelah anggota resmob mendapat informasi persembunyian, Anggota Resmob selanjutnya mengepung dan menggerebek Ma'ruf yang bersembunyi di Pondok Ibu Jalan Toa Daeng 3 Lorong Alamanda.

Ma'ruf kemudian dibekuk dan diintrogasi untuk pengembangan. Ma'ruf mengaku, dia beraksi dengan tiga rekan lainnya, termasuk Asrianto, dan dua mahasiswa yang masih buron.

Rekomendasi Untuk Anda

Sekitar pukul 06.30 wita, anggota resmob kembali mengejar pelaku lainya yang disebutkan Ma'ruf bernama Asrianto .

Adapun barang bukti yang disita berupa 1 unit motor yamaha fino warna hijau putih (Motor yang dipakai saat melakukan kejahatan), dua buah helm yang digunakan pelaku dan satu jaket warna merah digunakan oleh pelaku. (san)

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas