Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Satu JCH Asal Sleman Meninggal Pada Tragedi Mina

Ardani yang saat itu menggunakan kursi roda lantaran alasan kesehatan, terjebak di tengah dua gelombang jamaah yang berdesakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Satu JCH Asal Sleman Meninggal Pada Tragedi Mina
TRIBUN JOGJA/Angga Purnama
Kerabat menunjukkan foto Ardani (75), jamaah haji asal Sleman, yang meninggal dalam insiden Mina, Jumat (25/9/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN  -  Ardani Bin Ali Siradj (75), jamaah asal Dusun Kenteng, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, menjadi korban meninggal dalam insiden di Mina, yang terjadi pada Kamis (24/9/2015) kemarin.

Ardani merupakan jamaah yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Haji Indonesia (KBIH) Hajar Aswad dan masuk dalam Kloter Haji 29 Kabupaten Sleman.

Ia berangkat bersama putranya yang masuk dalam kloter yang sama, Muhammad Taufik Arifianto (37) pada 30 Agustus lalu.

Informasi yang didapat dari pihak keluarga, saat insiden terjadi Ardani dan putranya bermaksud menuju lokasi lempar jumroh bersama rombongan.

Namun mendekati jalan 204 yang menjadi titik insiden, rombongan Ardani mendapati lokasi yang padat dengan jamaah.

Lantaran tidak dapat melintas, rombongan bermaksud berbalik arah dan kembali ke tenda. Namun dari arah berlawanan muncul gelombang jamaah yang akan menuju lokasi insiden.

Rekomendasi Untuk Anda

Kendati jumlah jamaah yang datang cukup banyak, rombongan dari Sleman itu bermaksud menghindar.

Tak dinanya, gelombang jamaah datang dari belakang rombongan yang juga berusaha menghindari insiden. Desak-desakan pun tidak dapat dihindarkan.

Ardani yang saat itu menggunakan kursi roda lantaran alasan kesehatan, terjebak di tengah dua gelombang jamaah yang berdesakan.

Hingga akhirnya ia terjengkang dari kursi roda yang digunakannya, nahas ia terinjak jamaah lain.

Mengetahui adanya anggota yang terluka, rombongan serta merta melarikan Ardani ke rumah sakit terdekat. Meski sempat mendapatkan penanganan medis, Ardani meninggal dunia.

Sedangkan putranya yang mendampingi selamat dari insiden tersebut dan hanya mendapatkan luka ringan.

“Kami mendapatkan kabar kepastian meninggalnya Pak Ardani Jumat (25/9/2015) dini hari,” ungkap Hapsoro (49) keponakan Ardani saat ditemui di rumah duka, Jumat (25/9/2015).

Menurutnya almarhum terpaksa menggunakan kursi roda lantaran pernah mengalami patah tulang kaki. Sehingga dengan pertimbangan kesehatan, tim medis rombongan meminta Ardani menggunakan kursi roda.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas