Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polres Sidoarjo Gerebek Gudang Penadah Barang Hasil Jarahan Bajing Loncat

Polres Sidoarjo menggerebek sebuah gudang di kawasan, Tropodo Jaya, Waru, Sidoarjo, Kamis (5/11/2015).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Polres Sidoarjo Gerebek Gudang Penadah Barang Hasil Jarahan Bajing Loncat
surya/Irwan Syairwan
Polisi menunjukkan sejumlah tersangka dan barang bukti yang disita dari penggerebekan gudang di kawasan Tropodo Jaya, Waru, Sidoarjo, Kamis (5/11/2015). 

TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Polres Sidoarjo menggerebek sebuah gudang di kawasan, Tropodo Jaya, Waru, Sidoarjo, Kamis (5/11/2015).

Gudang tersebut berisi barang-barang jarahan komplotan pembajak dan bajing loncat truk-truk barang yang melakukan aksi di seluruh wilayah Jatim.

Kapolres Sidoarjo, AKBP Anwar Nasir, memimpin langsung penggerebekan gudang itu.

Anwar mengatakan tahu lokasi gudang tersebut setelah menelusuri kasus pembajakan truk ekspedisi yang membawa produk PT Gudang Garam di tol Porong-Perak Jumat dini hari (30/10/2015) lalu.

"Truknya berhasil kami ketahui lokasinya. Langsung kami lakukan penggrebekan," kata Anwar.

Di dalam gudang tersebut terdapat berbagai jenis barang yang diestimasi senilai hampir Rp 3 miliar.

Mulai dari barang pecah-belah, peralatan rumah tangga, helm, kebutuhan pokok, hingga rokok, menumpuk di gudang yang lokasinya jauh dari keberadaan penduduk ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Anwar menyatakan mengamankan tiga tersangka, yaitu SN (62), ES (38), dan ZA (34).

Dijelaskan SN merupakan warga Pondok Candra Waru, Sidoarjo, yang memiliki barang-barang di gudang tersebut.

"SN ini penadahnya. Yang dua lagi, ES dan ZA, ini pelaku pembajakan dan bajing loncat kasus truk ekspedisi PT Gudang Garam," sambungnya.

Berdasarkan keterangan SN di lokasi, Anwar menuturkan tersangka sudah melakukan penadahan sejak 2009.

SN yang diketahui warga etnis Tionghoa ini menampung segala jenis barang hasil jarahan para pembajak dan bajing lompat yang diduga beroperasi di seluruh Jatim.

"Yang diakuinya baru tiga kali menadah, dua di Sdiaorjo, dan satu di Surabaya," ungkapnya.

Untuk menghilangkan jejak, lanjut Anwar, SN sering kali berpindah-pindah lokasi gudang. SN pernah menempati gudang di Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo, dan lainnya.

Barang-barang ini dijual kembali dengan harga jauh di bawah pasaran. Biasanya, akan ada mobil-mobil boks yang akan mengambil barang-barang jarahan tersebut setelah sepakat bertransaksi dengan SN.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas