Dijanjikan Jadi PRT, Tiga ABG dari Cirebon Ini Diperkosa dan Dijual Jadi PSK
Hanya diiming-imingi dapat bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), tiga orang Anak Baru Gede (ABG) ini justru menjadi korban perdagangan manusia
Editor: Sugiyarto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hanya diiming-imingi dapat bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT), tiga orang Anak Baru Gede (ABG) ini justru menjadi korban perdagangan manusia sekaligus eksploitasi seksual sejumlah pelaku kejahatan.
Nasib buruk tersebut diketahui dialami oleh ketiga korban, yakni HY (17) gadis asal Cirebon, Jawa Barat serta IS (17) dan EM (15) gadis asal Pandeglang, Banten.
Ketiganya yang masih berusia di bawah umur itu menjadi korban pemerkosaan sekaligus perdagangan oleh dua orang pelaku bernama Surnajah alias Rahmat (50) dan Miselan alias Gondrong (38) serta AG (40) seorang pelaku yang masih buron.
Terungkapnya kejadian tersebut diungkapkan Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Siswo Yuwono bermula saat IS (21) gadis asal Lampung, berhasil melarikan diri dari Yayasan Setia Karya, milik Rahmat di Jalan Ketapang Baru I Nomor 04 RT 03/03 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (26/10) lalu.
IS yang berhasil melarikan diri tersebut kemudian melaporkan peristiwa penyekapan kepada pihak Kepolisian Sektor Kemayoran.
Berdasarkan keterangan IS, anggota Polsek Kemayoran pun berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Pusat untuk melakukan penyelidikan.
"Saksi (IS-red) mengaku sudah curiga akan gelagat mencurigakan tersangka (Rahmat-red), saksi pun melarikan diri dan melaporkan kejadian kepada anggota Polsek Kemayoran. Begitu mendapatkan laporan, kami pun segera melakukan penyelidikan sekaligus pengungkapan kasus trafficing (perdagangan manusia-red) ini," jelas AKBP Siswo Yuwono, Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat di Mapolres Jakarta Pusat, Selasa (17/11).
Usai melakukan penyelidikan selama kurang dari 24 jam, pihaknya pun melakukan penggerebekan terhadap beberapa cafe dangdut yang disinyalir menjadi lokasi penyaluran korban menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK), yakni Cafe Doli-doli, Cafe Ayam Jago dan Cafe Hura-hura yang berada di Jalan Dadap CNI, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
Polisi menyelamatkan tiga orang ABG yang diketahui telah disalurkan para tersangka sebelumnya. Pada kesempatan yang sama, pihaknya pun mengamankan Rahmat dan Gondrong, sementara AG (40) seorang pelaku. masih buron.
"Kedua tersangka berikut barang bukti di antaranya pakaian milik korban dan uang yang diduga hasil transaksi tersangka tersebut kemudian kami bawa ke Mapolres Jakarta Pusat".
"Sementara anggota masih memburu tersangka yang kini masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang-red) berinisial AG, pemilik salah satu cafe dangdut," jelasnya.
Diperkosa
Tidak hanya menerima ancaman dan perlakuan kasar dari para tersangka, Kanit PPA Polres Jakarta Pusat, AKP Martiana mengungkapkan, jika para korban mengalami pemerkosaan oleh para tersangka. Hal tersebut seperti yang dialami oleh HY.
Dalam pengakuan tersangka bernama Rahmat, perbuatan tidak senonoh itu pertama kali dilakukan di Hotel Ellysta Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (23/11) lalu.
HY dipaksa untuk melayani nafsu bejat Rahmat dan memberinya uang sebesar Rp 90.000 usai memuaskan tersangka. (*)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.