Gelagat Aneh Sepekan Sebelum Tewas Akibat Dihantam Lamborghini
Suasana duka menyelimuti keluarga korban tabrakan mobil mewah, Kuswantoro (51) di Jalan Kaliasin 3/25, Surabaya, Minggu (29/11/2015)
Editor:
Adi Suhendi
Ditemui usai bertemu Wiyang, Budi mengaku sempat memarahi sopir Lamborghini itu.
Dia minta Wiyang bertanggungjawab atas perbuatannya.
Apalagi korban meninggalkan empat anak yang masih sekolah.
Wiyang mengaku siap menangung biaya pengobatan korban luka dan membayar ganti rugi akibat perbuatannya.
Tapi bagi Budi, menangung biaya pengobatan korban luka dan ganti rugi masih belum cukup.
Dia minta polisi juga mengusut kejadian ini.
“Saya juga katakan, jangan mentang-mentang anak orang kaya lalu ugal-ugalan di jalan,” tambahnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Andre Manuputty berjanji akan mengusut kasus kecelakaan ini.
Pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan ini.
Berdasar informasi yang diterimanya, Wiyang mengemudikan mobil dengan kecepatan antara 70-80 KM/Jam.
“Pengemudinya sudah menjalani tes urine, dan hasilnya negatif (narkoba, red.Kami berjanji akan mengusut kasus ini,” kata Andre.