Iwin Cicip Darah Kik Talib Usai Membunuhnya
Sebanyak 28 adegan dilakoni tersangka Edwin alias Iwin (19) di lokasi pembunuhan Talib (67) di Kampong Tegil, RT 12, Desa Selat Nasik, Kabupaten Belit
Editor: Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, BELITUNG - Sebanyak 28 adegan dilakoni tersangka Edwin alias Iwin (19) di lokasi pembunuhan Talib (67) di Kampong Tegil, RT 12, Desa Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Senin (30/11/2015).
Satu diantara adegan itu, Iwin mencicipi darah korban yang dibunuh karena dendam.
Iwin, warga RT 08/03 Dusun II Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik, memperagakan adegan pembunuhan Talib dalam kegiatan rekonstruksi yang dilakukan Polres Belitung.
Sebanyak 25 anggota Polres Belitung mengawal kegiatan itu.
Dalam rangkaian rekonstruksi itu, Iwin diketahui membunuh Talib menggunakan sebilah parang.
Dia menusuk Talib di bagian leher sebelah kiri sebanyak dua kali.
"Aku dua kali menusuk di leher itu. Waktu itu, tidak ada bicara apa-apa, langsung ambil parang di pinggang beliau (korban), langsung aku tusuk," kata Iwin ketika meragakan rekonstruksi, Senin (30/11/2015).
Talib ditemukan tak bernyawa di pinggir jalan tanah merah di Kampong Tegil, pada Sabtu (9/11/2015) sore.
Sebelum ditusuk parang, Talib sempat dicekik menggunakan sebuah kayu yang dibawa Iwin.
Popor senapan angin yang dibawa Talib juga digunakan Iwin untuk memukul pria malang itu.
"Tiga kali waktu itu, aku pukul. Habis itu aku buang senapannya, terus aku ambil parang di pinggang korban, kemudian aku tusuk," kata Iwin yang terus menduduki bagian perut korban selama melayangkan pukulan.
Talib berteriak minta tolong saat Iwin melampiaskan kemarahannya.
Teriakan itu terhenti ketika Talib tak lagi bernyawa.
Sebelum meninggalkan lokasi kejadian, Iwing mengambil darah Talib menggunakan jari tangannya.