Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sekelumit Cerita Penari Tuna Rungu dari Bali

Bengkala sangat luar biasa dan unik. Mereka ada Sekaa Janger Kolok merupakan seni janger dari tuna rungu yang mayoritas berumur lansia

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Sekelumit Cerita Penari Tuna Rungu dari Bali
Tribun Bali/ Luh De Dwi Jayanthi
Penari tuna rungu sedang mementaskan tarian kontemporer di Shankara Resto, Sanur, Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu. 

Ada juga seorang penyandang down syndrome bernama Papin.

Papin dikira oleh masyarakat tak bisa berbuat apa-apa.

“Pin lihat teratai itu, lihat garisnya indah kan? Warnanya merah muda, Papin suka?” ujar Tebo sembari menirukan perkataannya pada Papin.

Tebo mengatakan, saat pementasan tarian kontemporer, Papin menjelma menjadi sebuah lotus yang sangat indah.

Dalam pementasan ini pula diringi musik langsung dari keyboard dan lainnya.

Tebo mengatakan inilah sesuatu yang menarik dan justru menjadi tantangan.

Ketika melatih orang menari bukan dengan orang normal.

Rekomendasi Untuk Anda

“Bagaimana saya melatih tanpa emosi, saya mencapai sebuah kebebasan eksternal,” ujarnya usai pementasan tarian kontemporer bersama Bali Deaf Community.

Mahasiswa Fakultas Seni Tari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini lebih membuat analisis ketika melihat beberapa pemuda yang mengundurkan diri dari latihan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas