Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemukiman Warga di Lereng Perbukitan Menoreh Diterjang Tanah Longsor

Sejumlah jalur vital dan beberapa rumah warga di empat kecamatan wilayah perbukitan Menoreh Kulonprogo, diterjang bencana tanah longsor.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sugiyarto
zoom-in Pemukiman Warga di Lereng Perbukitan Menoreh Diterjang Tanah Longsor
KOMPAS.com/IKA FITRIANA
Tebing tanah longsor menimpa beberapa rumah warga di Perbukitan Menoreh 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO - Sejumlah jalur vital dan beberapa rumah warga di empat kecamatan wilayah perbukitan Menoreh Kulonprogo, diterjang bencana tanah longsor.

Beruntungnya, musibah yang terjadi setelah hujan deras, Senin malam hingga Selasa (14-15/12/2015) pagi, tersebut tidak memakan korban jiwa.

Empat kecamatan yang mengalami musibah tanah longsor itu adalah Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan Pengasih.

Tercatat beberapa rumah dan tiga dapur milik warga di lokasi berbeda mengalami kerusakan akibat terkena longsoran.

Selain itu, akses beberapa ruas jalur kabupaten juga tertutup material longsoran.

Warga Gorolangu Sidoharjo Kecamatan Samigaluh, Mardilah (43), mengatakan dapur rumahnya menjadi salah satu bangunan yang rusak akibat longsor tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Tebing setinggi tujuh meter dengan panjang 30 meter di sisi dapur rumahnya longsor sekitar pukul 17.30.

Saat itu baru saja selesai hujan deras yang turun sejak pagi. Menjelang sore, Mardilah berada di dapur bagian depan. Tak disangka petang itu dia dikagetkan suara gemuruh dari belakang dapurnya.

Melihat bangunan dapur bagian belakang nyaris runtuh terseret tanah longsor, dia sontak lari sambil berteriak.

"Saya teriak minta tolong dan panggil suami. Saya lari ke dalam rumah utama," katanya, Selasa (15/12/2015).

Tebing tersebut ambrol setebal lebih kurang lima meter. Praktis, karena pondasi dapurnya berada di tepi-atas tebing, sebagian dapur pun ikut terseret tanah yang longsor.

Material longsoran itu juga menutup jalur penghubung Kecamatan Samigaluh dan Kalibawang.

Terhambat kondisi gelap, penanganan seadanya yang sudah dimulai masyarakat sejak malam itu akhirnya dilanjutkan pada Selasa pagi.

Warga bersama aparat dari kepolisian dan TNI turun tangan membersihkan material longsoran tersebut. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas