Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ada Bekas Pengguna Narkoba Pascarehab Ditolak Keluarga

Tak sedikit ada keluarga yang menolak anggota keluarga mereka setelah menjalani rehabilitasi dari ketergantungan narkoba.

Ada Bekas Pengguna Narkoba Pascarehab Ditolak Keluarga
Tribun Medan/Risky Cahyadi
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut, Brigjen Pol Andi Loedianto. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Andi Loedianto, mengatakan pengguna narkoba di kalangan remaja Kota Medan menanjak drastis selama 2015.

Dengan demikian, setiap pengguna narkoba wajib menjalani rehabilitasi hingga sembuh. "Wajib hukumnya direhab,  wajib diobati. Karena dia kemasukan zat. Jadi harus didetox. Ada programnya untuk itu," ujar Andi pada Jumat (8/1/2016).

Agar terhindar dari pengaruh narkoba, orangtua sangat diharapkan mengawasi anaknya untuk mencegah mereka terjerumus.

"Terkadang begini, ketika pengguna narkoba yang menjalani rehab dikembalikan ke rumah, namun keluarganya menolak. Terus, mau dikemanakan mereka ini. Negara dalam mengurusi mereka paling ada batasannya satu tahun sampai dua tahun untuk mengobati," ungkap Andi.

Ia meminta setiap keluarga membentengi diri dengan pemahaman-pemahaman ilmu agama dan setiap orangtua wajib menanamkam moral kepada anaknya masing-masing.

"Kalau di keluarga imunitasnya sudah baik, di dalam keluarga kompak, tentu bahaya narkoba dapat dihindari," sambung Andi.

Penulis: Array Anarcho
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas