Mengaku Bawa Bom, Perempuan Warga Tengerang Bikin Heboh Bandara Jogjakarta
Petugas bandara Adisutjipto mengamankan seorang perempuan karena mengabarkan informasi palsu, Jumat (8/1/2016).
Editor: Sugiyarto
Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari
TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Petugas bandara Adisutjipto mengamankan seorang perempuan karena mengabarkan informasi palsu, Jumat (8/1/2016).
Saat petugas melakukan pemeriksaan sesuai prosedur, wanita yang diketahui bernama Latifa (69) warga Tengerang, mengaku membawa bom yang disimpan di tasnya.
General Manager PT Angkasa Pura 1 Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, membenarkan kejadian tersebut.
Kronologis kejadian bermula saat Latifa baru saja melewati X-Ray 2 dan akan diperiksa di secdoor. Saat petugas memeriksa dengan metal detector, Latifa mengatakan membawa bom di tas.
"Dia penumpang maskapai Lion Air dan akan terbang ke Jakarta. Entah itu informasi palsu atau tidak, kami tetap melakukan penindakan," ujar Agus.
Pihak keamanan menggiring Latifa ke POM AU untuk diperiksa.
Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, Latifa mengaku ia hanya bercanda dan kesal karena ketatnya pemeriksaan.
Kendati demikian, petugas tetap menerapkan pasal 437 UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Keselamatan Penerbangan.
"Proses hukum terus berlanjut, kasus ini akan kami limpahkan ke kepolisian. Ia terancam hukuman penjara maksimal 1 tahun karena memberikan berita bohong atau palsu, yang mengancam jalannya penerbangan," tegas Agus.