Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korban Paedofilia Bule Australia Bertambah Jadi 8 Orang

Kabid Humas Polda Bali mengungkapkan saat ini korban kasus paedofilia yang dilakukan RA (70) warga negara Australia bertambah jumlahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Korban Paedofilia Bule Australia Bertambah Jadi 8 Orang
Tribun Bali
Grafis aksi pedofilia bule 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto mengungkapkan saat ini korban kasus paedofilia yang dilakukan RA (70) warga negara Australia bertambah jumlahnya.

"Penyidik melaksanakan kembali pemeriksaan terhadap beberapa korban yang sudah kita temukan. Ada empat korban lagi yang kita lakukan pemeriksaan," jelas Hery, Rabu (13/1/2016).

Sehingga saat ini jumlah korban yang diperiksa ada delapan orang.

"Tetapi ini masih bisa berkembang jumlahnya karena memang RA sudah dari tahun 2013 berada di Bali," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Bali menangkap seorang warga negara Australia berinisial RA (70).

Pria tersebut diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak (paedofil) di Bali.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hery Wiyanto mengatakan RA ditangkap di rumahnya di wilayah Selemadeg Kabupaten Tabanan.

Rekomendasi Untuk Anda

RA ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa yang bersangkutan telah melakukan pelecehan seksual.

"Setelah dapat informasi itu, anggota melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban sehingga didapatkan bukti permulaan untuk melakukan penangkapan terhadap RA," jelas Hery di Polda Bali, di Denpasar, Selasa (12/1/2016).

Ia mengatakan, kasus pelecehan seksual diduga dilakukan RA ketika memandikan korbannya. Pelecehan tersebut dilakukan dalam bentuk tindakan.

"Hasil visum korban juga menguatkan adanya pelecehan seksual itu," ucap Hery.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas