Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Robot Iron Man Temuan Warga Bali Diragukan, Ini Analisanya

Pusat kendali (controller) dan sumber tenaga tidak ada dalam robot lengan milik warga Bali yang dikenal Iron Man.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Robot Iron Man Temuan Warga Bali Diragukan, Ini Analisanya
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
I Wayan Sumardana alias Tawan (31) memasang tangan robotnya sebelum melakukan aktivitas di bengkel kerjanya Desa Nyuh Tebet, Karangasem, Jumat (22/1/2016). Lelaki tamatan SMK ini merancang lengan robot dari bahan rongsokan yang dirakit dari shock sepeda motor, gir dan perangkat elektronik komputer untuk membantu gerak lengan kirinya yang mengalami kelumpuhan. TRIBUN BALI/RIZAL FANANY 

Laporan Wartawan Surya, Sulvi Sofiana

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pusat kendali (controller) dan sumber tenaga tidak ada dalam robot lengan milik warga Bali yang dikenal Iron Man.

Selain itu, gerakan lengan yang terlalu sempurna itu melebihi temuan yang ada di negara-negara maju.

Sehingga bisa dikatakan temuan robot pengontrol pikiran milik Wayan hanya fiktif.

Hal ini ditegaskan dosen Teknik Elektro Istitut Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Rudy Dikairono ST MT.

“Teknologinya sudah ada, tetapi yang terlihat di media massa itu pasti bukan robot yang dikendalikan dengan pikiran,” lanjutnya.

Ia menambahkan hal ini terlihat dari respons gerakan yang terlalu sempurna. Padahal sampai saat ini temuan di negara-negara maju, robot lengan yang digerakkan pikiran hanya mampu bergerak naik turun, menekuk, dan menggenggam.

Rekomendasi Untuk Anda

“Negara maju sudah mengembangkan, belum ada level sempurna. Belum bisa juga mengatur besarnya kekuatan cengkraman robot,” tuturnya.

Selain itu, pada robot penggerak pikiran biasanya terdapat sensor clip bulat yang diletakkan di kepala. Atau bagian kepala dihilangkan dari rambut, dan melalui pori-pori kepala itu dipasang sensor dan jumlahnya banyak.

“Peletakan sesnsor pada kulit kepala ini, bisa mempresentasikan yang terbaca dari otak. Jadi otak memerintahkan dan disalurkan lewat sinapsis (jalur saraf) uakkan lengan robot,” jelasnya.

Di ITS sendiri riset dosen dan mahasiswa masih mengembangkan robot lengan secara terpisah dengan sesnsor pembaca pikiran yang dimulai sejak 2010.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas