Lima ABK Penyelundup Pakaian Bekas yang Menyerang TNI AL Ditahan Lantamal
Sebanyak lima AKB pengangkut pakaian bekas yang menyerang sekoci TNI AL di Perairan Panton Bagan Tanjungbalai diamankan personel Lantamal.
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Dewi Agustina
Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Sebanyak lima Anak Buah Kapal (AKB) pengangkut pakaian bekas yang menyerang sekoci TNI AL di Perairan Panton Bagan Tanjungbalai diamankan personel Lantamal 1 Belawan, Sumatera Utara.
Komandan Lantamal 1 Belawan, Laksamana Pertama TNI Yudo Margono mengatakan, kelima ABK yang ditahan itu sudah berulangkali menyelundupkan pakaian bekas dari Malaysia menuju Tanjungbalai, Sumatera Utara.
"Kelima ABK sudah sering ikut kapal yang membawa pakaian bekas. Kelimanya sedang dimintai keterangan tentang masalah ini," katanya di Dermaga Lantamal 1 Belawan, Sabtu (23/1/2016).
Ia menambahkan, kelima ABK tidak hanya memberikan keterangan kepada personel Lantamal 1 Belawan, tapi akan menjalani pemeriksaan di Bea Cukai dan penyidik Polres Tanjungbalai.
"Rencananya penyidik Polres Tanjungbalai akan ke Belawan untuk melakukan pemeriksaan serta melihat barang bukti kapal dan pakaian bekas tersebut," ujarnya.
Sebelumnya empat kapal kayu penyelundup pakaian bekas menyerang sekoci Lantamal 1 Belawan gunakan senjata AK 47, akibatnya baku tembak berlangsung di Perairan Panton Bagan, Tanjung Balai, Jumat (22/1/2016) pagi.
Baku tembak antara empat kapal kayu penyelundup pakaian bekas dengan Sekoci berlangsung sekitar 30 menit di tengah laut. Akibatnya, satu anak buah kapal penyelundup pakaian bekas Aidil Eka Prasetya (39), warga Pantai Burung, Tanjungbalai Selatan meninggal dunia tertembak dibagian wajah.
Sedangkan, dua perempuan yang berada di dalam kapal kayu penyelundup pakaian bekas mengalami luka tembak peluru personel TNI AL adalah Darma (34) dan Patimah (28), masing-masing warga Pantai Olang, Tanjungbalai. (tio/tribun-medan.com)