Tribun

Eva Pasrah Diangkut TNI Gara-gara Kelakuan Suami

Agar suaminya tidak kecanduan sabu, dirinya pun pernah mengajak sang suami untuk pindah ke Jakarta.

Penulis: Array Anarcho
Editor: Wahid Nurdin
Eva Pasrah Diangkut TNI Gara-gara Kelakuan Suami
Tribun Medan/Array A Argus
Eva menggendong anak sementara satu anaknya lagi bermaindi lantan Kodam I Bukit Barisan, Sabtu (20/2/2016). Ia diamankan karena di rumahnya ditemukan bong atau alat isap sabu milik suaminya, Bobi, kurir sabu tapi berhasil kabur. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN  -  Eva Syafrina (32), istri kurir narkoba bernama Bobi (35) mengaku sudah berulangkali mengingatkan suaminya agar berhenti sebagai kurir sabu.

Hal itu disampaikan Eva ketika dirinya diamankan petugas gabungan Kodam I/Bukit Barisan dalam penertiban Asrama TNI Abdul Hamid, Jl Gatot Subroto, Desa Lalang, Sunggal, Deliserdang.

"Tadi suami saya kabur pak. Semua barang-barang itu punya dia. Sebenarnya, sudah lama saya ingatkan dia agar tidak mengantarkan sabu lagi," ungkap Eva di markas Kodam I/BB, Sabtu (20/2/2016) siang.

Eva mengaku, selain menjadi kurir sabu, suaminya itu juga merupakan pemakai. Bahkan, suaminya sudah hampir lima tahun kecanduan barang haram tersebut.

"Sebelum nikah, suami saya ini belum menggunakan sabu. Sejak tinggal di asrama ini, suami saya jadi kecanduan," kata Eva.

Agar suaminya tidak kecanduan sabu, dirinya pun pernah mengajak sang suami untuk pindah ke Jakarta. Namun, baru beberapa bulan tinggal di Jakarta, suaminya kembali lagi ke asrama.

"Itulah bang, enggak ada kapoknya juga. Dia tetap mau tinggal di asrama. Akhirnya jadi begini lah, kecanduan," kata Eva.

Eva mengaku pasrah saat dirinya dibawa petugas gabungan Kodam I/Bukit Barisan.

Karena ulah suaminya, Eva pun terpaksa bertanggungjawab atas kepemilikan alat isap sabu (bong) dan puluhan plastik klip pembungkus sabu.

"Suami saya ini udah enggak bisa dibilangi lagi bang. Sebelum jadi kurir, dia sempat kerja sebagai satpam," kata Eva.

Ketika suaminya bekerja sebagai satpam untuk mencari nafkah yang halal, Eva pun sempat gembira. Namun, lantaran lingkungan di sekitar tempat tinggalnya marak peredaran narkoba, suaminya kembali terjerumus.

"Kalau saya ingatkan, dia selalu marah. Saya takut dia khilaf (main pukul) bang. Apalagi dia juga pemakai," kata Eva.

Selama ini, Eva sebenarnya sudah tidak tahan dengan sikap suaminya itu. Namun, karena masih memikirkan anak-anaknya, Eva lebih memilih bertahan hidup bersama Bobi, suaminya.

"Setelah enggak kerja, suami saya ya ngantar-ngantar (sabu) aja bang. Paling dapat upah Rp 20 ribu," ungkapnya.(*)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas