Transbatam Ditambah, Sopir dan Pemilik Angkot Protes
Protes tersebut dilakukan lantaran pihak Pemko Batam melalaui Dishub Batam berencana akan menambah 42 unit bus Transbatam untuk beroperasi di Batam.
Penulis: Eko Setiawan
Editor: Wahid Nurdin

Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Sopir dan Pemilik Angkutan kota (Angkot) di Batam melakukan aksi protes ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.
Protes tersebut dilakukan dengan cara memarkirkan kendaraan mereka di depan kantor Dishub, di kawasan Baloi, Batam, Senin (15/3/2016) siang.
Protes tersebut dilakukan lantaran pihak Pemko Batam melalaui Dishub Batam berencana akan menambah 42 unit bus Transbatam untuk beroperasi di Batam.
Sebelumnya, sudah ada Transbatam yang beroperasi dengan ongkos relatif murah. Hal ini membuat penghasilan para sopir Angkot dan pengusaha mobil Angkot menjadi berkurang.
"Setahu kami, bus itu dulu milik BPJS Kesehatan. Sekarang sudah diambil dan dialih fungsikan menjadi bus Transbatam. Ongkosnya hanya Rp 4 ribu. Sementara kami Rp 7 ribu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang dibikin pemerintah," ujar Bistok Pangabean pemilik angkot.
Dengan adanya rencana pemerintah untuk menambah 24 unit bus baru, tentunya membuat para sopir angkot menjadi lebih pusing. Otomatis penghasilan mereka menjadi berkurang.
"Biar mereka tau kami susahnya macam mana. Enak saja masukan mobil kesini," sebutnya.
Pantauan dilapangan, sejauh ini para sopir angkot masih terus bertahan didepan kantor Dishub Batam.
Mereka masih menunggu kejelasan dari piha Dishub. Sementara, sopir-sopir yang lain melakukan Sweeping terhadap rekan mereka yang masih beroperasi saat yang lain melakukan aksi unjuk rasa.(*)