Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Baling-baling Pesawat Berhenti, Napi Tewas dan Pemuda Tembak Kepalanya Sendiri

Pesawat yang berangkat dari Bandara Kalimarau, Jumat (18/3/2016) pukul 07.15 Wita itu tiba-tiba mengalami mati mesin ketika sedang berada di udara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Baling-baling Pesawat Berhenti, Napi Tewas dan Pemuda Tembak Kepalanya Sendiri
Tribun Jogja/Khaerur Reza
Petugas kepolisian mengamankan pistol hingga helm dari TKP MT (16) pemuda diduga bunuh diri di Makam Gorongan Condongcatur Depok Sleman, Kamis (18/3/2016). 

Pada jasadnya ditemukan luka tusukan di punggung kiri, dada kiri dan luka di pelipis.

Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Hari Nugroho mengatakan, motif pembunuhan terhadap Sirajudin adalah masalah gadai handphone (HP).

Hari menerangkan, awalnya ada narapidana yang menggadaikan handphone kepada narapidana lainnya. Gadai ini menjadi masalah karena ada persoalan pembayaran yang tidak jelas.

Peristiwa pembunuhan terhadap Sirajudin juga terekam kamera close circuit television (CCTV). Di rekaman CCTV, kata Hari Nugroho, tergambar bagaimana terjadinya pengeroyokan hingga tewasnya Sirajudin.

Petugas melakukan olah TKP di Lapas Rajabasa, Jumat (18/3/2016).

Namun kata Hari, rekaman CCTV itu terbatas sehingga tidak terlihat jelas wajah para pelaku.

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena itu kasus ini masih didalami termasuk memeriksa para napi," ujarnya.

Menindaklanjuti peristiwa ini aparat kepolisian kemudian membawa 10 narapidana Lapas Rajabasa ke markas Polresta Bandar Lampung, Sabtu (19/3/2016) dinihari.

Kesepuluh napi ini dibawa untuk dimintai keterangan mengenai kasus pembunuhan Sirajudin, napi kasus pencurian dengan kekerasan.

Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Hari Nugroho mengatakan, petugas masih melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Pada saat petugas sampai di TKP, TKP sudah bersih," kata Hari.

Namun petugas menyita beberapa benda yang diduga dipakai para pelaku mengeroyok Sirajudin hingga tewas.

Petugas juga sempat menggelar prarekonstruksi di dalam lapas. Prarekonstruksi ini digelar untuk mengetahui kronologis pembunuhan.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas