Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Rusuh di Lapas Bengkulu

Buwas: Pembakaran Rutan Bengkulu Bukan Aksi Spontan

'Tidak benar kalau ini dikatakan spontan,' ujarnya.

Buwas: Pembakaran Rutan Bengkulu Bukan Aksi Spontan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala BNN Budi Waseso (tengah) bersama Kabag Humas BNN Slamet Pribadi (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan saat konferensi pers di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Jakarta, Senin (14/3/2016). BNN mengamankan Bupati Ogan Ilir (OI) AW Noviandi bersama Murdani (swasta), Juniansyah (buruh perusahaan), Faizal Rochie (PNS RS Ernaldi Bahar) dan Deny Afriansyah (PNS Dinkes OKU Timur) terkait kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis shabu. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perlawanan yang dilakukan oleh sejumlah narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Malabero, Bengkulu, bukanlah aksi spontan menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso.

Dalam konfrensi pers di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (28/3/2017), ia mengatakan bahwa napi memang sengaja membakar rutan tersebut, untuk menghilangkan barang bukti narkoba yang ada di dalam penjara.

"Tidak benar kalau ini dikatakan spontan," ujarnya.

Terbakarnya rutan itu dipicu dari upaya BNN mengungkap jaringan peredaran narkoba yang ada di penjara. Budi Waseso atau yang akrab dipanggil Buwas mengungkapkan, bahwa pihaknya hendak menangkap seorang napi bernama Edison Irawan alias Aseng.

Dalam pengungkapan tersebut BNN juga hendak melakukan penggeledahan menurut Buwas, namun rencana itu bisa terendus oleh napi lain yang juga terlibat di jaringan yang sama.

"Karena mereka mengetahui (BNN) akan melakukan penggeledahan, mereka melakukan perlawanan, mereka akan menghilangkan barang bukti, bukan reaksi spontan, tidak, karena ini direncanakan," terangnya.

Api tersebut kemudian menjalar ke ruangan lain, hingga akhirnya menghanguskan sebagian besar rutan, dan menewaskan sejumlah orang napi.

Jendral Polisi bintang tiga itu menduga ada andil sipir dalam kebakaran tersebut. Salah satu andil dari sipir adalah lalainya mereka, sehingga korek api untuk melakukan pembakaran bisa lolos ke dalam penjara.(*) 

Editor: Wahid Nurdin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas