Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kontroversi Gafatar

Ketua Majelis Dakwah Alwashliyah: Eks Anggota Gafatar Wajib Disyahadatkan

Ketua Majelis Dakwah Alwashliyah, Chaidir mengatakan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) harus disyahadatkan.

Ketua Majelis Dakwah Alwashliyah: Eks Anggota Gafatar Wajib Disyahadatkan
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Sejumlah warga eks pengikut Gafatar menaiki bus saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (30/3/2016). Sebanyak 303 warga eks Gafatar asal Sumut dipulangkan dan selanjutnya akan mengikuti pembinaan di tempat penampungan sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Ketua Majelis Dakwah Alwashliyah, Chaidir mengatakan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sudah difatwakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sesat. Karena itu, eks anggota Gafatar harus disyahadatkan.

"Mereka sudah dianggap sesat, ajaran organisasi mereka lari dari ajaran Islam. Contoh mereka perlu menjalankan salat dan zakat. Jadi sudah murtad dan sesat," katanya saat dihubungi, Sabtu (9/4/2016).

Ia menambahkan, penyataan mantan Ketua Gafatar yang menyatakan puasa dan zakat tidak perlu tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sehingga wajib diluruskan pemikiran mereka.

"Ketika konferensi pers yang saya lihat di televisi mereka menyatakan salat dan zakat tidak perlu. Itu kan sudah lari dari ajaran Islam. Jadi memang tepat mereka disyahadatkan," ujarnya.

Dia menjelaskan, sebelum MUI memberikan materi agama kepada mantan anggota Gafatar Sumut, seluruh organisasi keagamaan diundang untuk membicarakan materi pembinaan.

"Saya termasuk orang yang diundang MUI, dalam rapat bersama, kami sepakat eks anggota Gafatar Sumut harus disyahadatkan. Mereka sesat perlu diluruskan. Walaupun saya tidak ikut pembinaan," katanya.

Selain itu, kata dia, penilaian Gafatar sesat merupakan ketetapan MUI Pusat. Sehingga tanggung jawab bersama seluruh ulama untuk mengembalikan mantan anggota Gafatar serupa dahulu.

"Tanggung jawab bersama agar mereka kembali seperti dahulu. Kembali sebagai manusia normal. Mereka sudah didoktrin sehingga berkeinginan berikan harta kepada Gafatar," ujarnya.

Ia berharap, masyarakat tidak mengucilkan eks anggota Gafatar dan keluarga dapat membimbing secara bagus. Agar dapat memulai hidup baru secara baik.

"Insyaallah mereka diterima masyarakat," katanya. (tio/tribun-medan.com)

Ikuti kami di
Penulis: Jefri Susetio
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas