Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Seminar di Jogja: Menyatukan Penggalan Puzzle Warisan Ibu Kita Kartini

Kehancuran dan kekacauan suatu bangsa dapat diduga terjadi karena hilangnya nilai-nilai luhur yang ditanamkan seorang ibu ke dalam hidup anaknya.....

Seminar di Jogja: Menyatukan Penggalan Puzzle Warisan Ibu Kita Kartini
Istimewa
RA Kartini

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Seperti puzzle yang tak beraturan, beramburan dan tak tertata.

Ada hal-hal yang tersembunyi, bahkan hilang tanpa diketahui.

Soal fakta, perjalanan lalu yang penuh liku, remah-remah harapan sosok hawa yang seharusnya di masa itu hanya bersembunyi di pojok dapur.

Semua terdobrak oleh seorang wanita ningrat yang sederhana dari wilayah kecil di Pulau Jawa, Raden Ajeng Kartini.

Melalui surat-surat RA Kartini kepada para sahabatnya di Belanda yang dibukukan menjadi - Door Duisternis Tot Licht – Dari Gelap Menuju Terang (yang kemudian diterjemahkan Habis Gelap Terbitlah Terang), asa itu kini tampak jelas.

Tentang harapan Kartini akan Indonesia sebagai Ibu Bumi dan sekaligus Rumah Bersama bagi seluruh bangsa, ras, suku dan agama yang hidup di atasnya.

Soal bagaimana merawat dan mengasuh bangsa Indonesia dengan kasih sayang tidak peduli apapun latar belakangnya termasuk agama, suku, ras tau kelompok

Bahkan tentang menjadi seorang ibu yang merupakan kehormatan sekaligus kemuliaan tertinggi seorang perempuan.

Dan jelas adanya. Kehancuran dan kekacauan suatu bangsa dapat diduga terjadi karena hilangnya nilai-nilai luhur yang ditanamkan seorang ibu ke dalam hidup anaknya atau sang anak mengabaikan pendidikan mulia yang ditanamkan ibu kepadanya.

Hal inilah yang ditegaskan Direktur Lembaga Laboratorium Bahasa Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta DR Kardi Laksono dan Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro dalam pernyataan bersamanya terkait dengan akan diselenggarakannya seminar nasional “Refleksi Hari Kartini : Merawat Ibu Bumi Indonesia”, di Jogya, Senin (25/4/2016) melalui rilis yang masuk ke redaksi Tribunnews.com.

Seminar itu sendiri akan digelar pada Rabu (27/4/2016 ) di Hotel Gallery, Jogya dan menghadirkan empat tokoh wanita Indonesia dan dibuka untuk umum.

Mereka adalah DR Hastanti Widhy Nugroho MHum (Dosen Fakultas Filasafat Universitas Gajah Mada), Dra Sri Sumijati MSi (Dosen Fakultas Psikologi, Universitas Soegijapranata, Semarang), Umilia Rokhani SS MA (Dosen ISI Yogyakarta) dan Dian Wisdianawati MSi (Ketua Gerakan Wanita Nusantara / Granita – Jakarta).

Halaman
12
Editor: Robertus Rimawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas