Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Kehidupan Orangtua Ms, Siswi SD Korban Perkosaan dan Pembunuhan

Ayah Ms merupakan penyadap karet sementara ibunya buruh cuci. Kepada orangtuanya Ms sendiri bercita cita jadi polisi wanita

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ini Kehidupan Orangtua Ms, Siswi SD Korban Perkosaan dan Pembunuhan
Tribun Lampung/Wakos Gautama
Gubuk tempat ditemukannya jasad Ms dengan tubuh terlentang 

Jarak sekolah yang lumayan jauh, membuat Muhidin mengantar Ms menggunakan sepeda ontel.

 Jam pulang sekolah, Muhidin kembali menjemput Ms.

Biasanya Muhidin mengantar Ms ke tempat pamannya karena rumah kosong ditinggalkan Muhidin dan istri menyadap karet di ladang.  

 Sebagai buruh dengan penghasilan kecil, Muhidin tidak memiliki harta kekayaan.

Bahkan rumah pun Muhidin tak punya Ia dan keluarga menumpang di rumah yang tidak ditempati oleh pemiliknya.

 “Ada warga yang menawari saya tinggal di rumahnya. Ya sudah saya tinggal disitu saja bersama keluarga,” tuturnya.

Kondisi rumah yang ditempati Muhidin jauh dari layak.

Rekomendasi Untuk Anda

Dindingnya terbuat dari papan yang beberapa bagian ditutupi anyaman bambu.

Muhidin dan Dewi termasuk keluarga nomaden.

Mereka pernah menetap di Bengkulu dan Kalianda, Lampung Selatan.

Muhidin akhirnya memutuskan menetap di Lampung Timur karena orangtuanya sakit.

“Saya ingin menemani orangtua makanya kesini,” tutur dia.

 Berada di Lampung Timur, Muhidin menyekolahkan kembali Ms di sekolah dasar.

Dewi berharap masa depan Ms cerah dengan bersekolah.

Apalagi Ms, tutur Dewi, bercita-cita sebagai polisi wanita (polwan).

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas