Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Puluhan Meter Saluran Air di Kawasan Peneleh Tidak Berfungsi

Warga Peneleh mengeluhkan kondisi pemukiman mereka menjadi langganan banjir tiap hujan deras.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Monica Felicitas
Editor: Y Gustaman
zoom-in Puluhan Meter Saluran Air di Kawasan Peneleh Tidak Berfungsi
Surya/Monica Felicitas
Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji, memantau saluran air yang digunakan warga Peneleh, sebagai teras rumah, Senin (13/6/2016). 

Laporan Wartawan Surya, Monica Felicitas

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Selain melihat kondisi Makam Belanda Peneleh, Senin (13/6/2016), Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji, dan anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Budi Laksono, menyusuri saluran air yang warga sulap menjadi teras rumah.

Kedatangan Ketua DRPD Kota Surabaya ini juga dimanfaatkan warga mengeluhkan kondisi kawasan Peneleh yang selalu banjir apabila hujan deras.

"Ini dari tahun 80-an pak, tiap hujan mesti banjir. Bagaimana ini pak, kita sudah lapor lurah, camat, enggak ada tanggapan," ujar seorang warga kepada Armuji dan Budi.

Budi lalu menjelaskan Dinas Kebersihan dan Pertamanan memiliki anggaran untuk mengenai pengolahan got.

"Dari dulu statusnya tanah milik pemkot. Tapi warga di sini dipagari, dibuat teras dengan pertimbangan agar tidak dipakai orang lain. Tapi mereka setuju kok kalau pun nantinya ini dibabat semua. Fungsi saluran dikembalikan sebagaimana mestinya," papar Budi kepada Surya.

Nantinya pembabatan lahan saluran akan mengahabiskan puluhan meter barat jalan di sepanjang depan Makam Belanda Peneleh.

Rekomendasi Untuk Anda

"Banyak saluran air yang harus dibenahi, bangunan liar harus dibongkar. Ini bukan tanah mereka, ini saluran yang sudah berfungsi dan mereka tidak difungsikan yang sekarang malah dibuat teras," tambah Armuji.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas