Tribun

Duh, 50.797 Jiwa Warga Belu Terancam Kelaparan

Total kerusakan padi, 1.875 ha, jagung 2.091 ha, ubi kayu dan ubi jalar 5 hektar

Editor: Eko Sutriyanto
Duh, 50.797 Jiwa Warga Belu Terancam Kelaparan
POS BELITUNG/EHDIE
Marsidi petani cabe dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Lete gagal memanen tanaman cabenya karena cuaca yang tidak mendukung, beberapa waktu terakhir. Musim penghujan yang menerpa Desa Batu Itam Tanjungpandan Kabupaten Belitung diduga menjadi penyebab petani gagal panen. Tampak Marsidi sedang membersihkan kebunnya, Kamis (8/11/2012).POS BELITUNG/EHDIE 

Laporan Wartawan Pos Kupang Edy Bau

TIRBUNNEWS.COM, ATAMBUA - Dampak El Nino bagi warga Kabupaten Belu mengakibatkan banyak petani mengalami gagal tanam hingga gagal panen.

Dari data yang ada, ada sekitar 50.797 jiwa warga Belu yang terancam kelaparan.

Ini dikatakan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKP3) Belu, Alfredo Amaral pada kegiatan Peninjauan lokasi dan asistensi teknis kelompok tani bawang merah di Desa Fatuketi, Jumat (17/6/2016).

Saat musim tanam pertama tahun 2015 ada dampak El Nino sehingga menyebabkan 12.043 kepala keluarga (KK) dan 50.797 jiwa terancam rawan pangan.

"Total kerusakan padi, 1.875 ha, jagung 2.091 ha, ubi kayu dan ubi jalar 5 hektar," katanya.

Pemkab Belu telah mengambil langkah antisipasi antara lain membangun sinergitas dengan Bank Indonesia untuk penanaman melon dan bawang merah.

Langkah lainnya melakukan operasi pasar murah dan distribusi raskin.

Untuk diketahui, hadir pada acara ini, Wabup Belu, JT Ose Luan, Wakil Ketua DPRD Belu, Benny Hale, Unsur Forkompinda Belu, pimpinan SKPD, Camat Kakuluk Mesak, Maksi Naisali, Kades Markus Taus dan puluhan warga setempat.

Acara peninjauan lokasi dan asistensi teknis kelompok tani bawang merah di Desa Fatuketi ini juga dirangkai dengan peninjauan lahan pengembangan ubi ungu. *

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas