Tribun

Lima Mahasiswa Universitas Diponegoro Temukan Obat Herbal Pembasmi Kutu Rambut

Lima mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengkreasikan obat herbal pembasmi kutu rambut.

Editor: Dewi Agustina
Lima Mahasiswa Universitas Diponegoro Temukan Obat Herbal Pembasmi Kutu Rambut
Dokumen Pribadi
Mahasiswa Undip sedang bersiap melakukan hair steammer dengan obat herbal anti kutu kreasi mereka.

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Lima mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengkreasikan obat herbal pembasmi kutu rambut.

Mereka adalah Mustika Suci Susilastuti, Nurul Inayati, Syifa Maulina Indika, Nurul Dini Hanifa, dan Nabila Kaltsum Ulayya.

Melalui keterangan tertulis yang dikirim ke redaksi Tribun Jateng (Tribunnews.com Network), Kamis (23/5/2016) malam, Nabila Kaltsum mengungkapkan, formula obat herbal alami pembasmi kutu tersebut berbahan ekstrak daun jeruk nipis dan minyak kayu putih olahan sebagai solusi aman membasmi kutu kepala.

"Kami memilih ekstrak daun jeruk nipis karena mengandung senyawa limonoid. Limonoid berfungsi sebagai insektisida yang menghambat pertumbuhan serangga, selain itu juga menjadi larvasida alami yang mampu membunuh larva kutu," tulis Nabila.

Sedangkan minyak atsiri kayu putih yang memiliki kandungan sineol, beraroma khas menyengat sehingga tidak disukai kutu.

Dua formula itu menjadi lebih efektif dan cepat membasmi kutu kepala dengan memanfaatkan hair steamer sebagai media penguapan ekstrak.

"Suhu pada hair steamer akan mempercepat kematian kutu dan mempermudah proses meresapnya ekstrak ke kulit kepala, hal ini yang menjadi inovasi kami di mana pengobatan yang kami lakukan sudah dalam bentuk praktis, memudahkan perawatan kulit kepala dan rambut, seperti pada treatment creambath di salon," timpal Mustika sebagai ketua tim penelitian.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat mortalitas kutu dewasa 95 persen dan telur kutu 90 persen dari jumlah keseluruhan sampel uji.

Hal ini membuktikan bahwa konsep pengobatan dengan formula bahan alami berbasis hair steamer ini dapat digunakan dalam mengobati kutu kepala.

"Harapannya keberhasilan penelitian kami ini dapat diterapkan ke depannya bagi masyarakat umum, khususnya anak-anak dalam mengobati kutu kepala. Penelitian ini dapat menjadi solusi pengobatan alami tanpa efek samping bagi penderita," ungkap Mustika.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas