Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banyak Penceramah Karbitan, Begini Hasil Usulan Konferensi Internasional Pesantren

Banyak ustaz dan penceramah instan tanpa organisasi yang jelas tampil ke publik, memantik keprihatinan kalangan ulama dan tokoh agama.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Banyak Penceramah Karbitan, Begini Hasil Usulan Konferensi Internasional Pesantren
Surya/Sylvianita Widyawati
Pembukaan kegiatan 1st International Conference of Pesantren di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jumat (29/7/2016). 

Laporan Wartawan Surya, Sylvianita Widyawati

SURYA.CO.ID, MALANG - Banyak ustaz dan penceramah instan tanpa organisasi yang jelas tampil ke publik, memantik keprihatinan kalangan ulama dan tokoh agama.

Lewat event 1st International Conference of Pesantren (ICP) 2016 diharapkan ada rekomendasi mengenai hal itu. Satu di anyaranya memberikan sertifikat ustaz.

"Sehingga yang menjadi ustaz itu jelas dan direkomendasi oleh organisasi, misalkan NU," jelas Dr KH Isroqunnajah, penanggungjawab kegiatan saat memberi sambutan, Jumat (29/7/2016).

Direktur Mahad UIN Maliki ini menambahkan, saat ini orang yang belajar Islam dari buku dan mengolah bahasa yang diserap sudah diustazkan. Adanya sertifikat, maka akan jelas keilmuan seorang ustaz.

Ia mencontohkan ada artis yang mendadak jadi ustaz. Kemudian ada wartawan bertanya kepadanya. Enak mana jadi penyanyi atau ustaz? "Enak jadi ustazlah. Karena bisa manggung 10 kali sehari," tutur dia.

Jawaban ini mengundang keprihatinan para ulama dan tokoh agama. Ia berharap lewat event ini bisa memberikan rekomendasi pola penyelenggaraan ustaz.

Rekomendasi Untuk Anda

Kegiatan ICP ini antara lain dihadiri KH Hasyim Muzadi, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia sebagai narasumber. Ia juga pengasuh Pesantren Al Hikmah.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas