Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Penghuni Lapas Kerobokan Kirim SMS Perpisahan kepada Sang Istri Sebelum Gantung Diri

Sebelum ditemukan menggantung, diketahui Suena sempat mengirim pesan perpisahan kepada istrinya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Penghuni Lapas Kerobokan Kirim SMS Perpisahan kepada Sang Istri Sebelum Gantung Diri
Istimewa
Napi gantung diri di Lapas Kerobokan, Senin (8/8/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, MANGUPURA - I Wayan Suena (40), warga binaan Lapas Kerobokan Blok D, Badung, Bali ditemukan gantung diri di belakang bangunan Blok D, Senin (8/8/2016) pukul 19.00 Wita.

Sebelum ditemukan menggantung, diketahui Suena sempat mengirim pesan perpisahan kepada istrinya.

Hal ini diketahui dari isi ponsel Suena, dalam ponsel itu sebuah pesan SMS terkirim kepada istrinya dengan tulisan "Kita berpisah mulai hari ini".

Demikian isi pesan terakhir kepada istrinya.

"Ketika ditemukan sebuah handphone milik korban ternyata ada pesan singkat yang dikirimnya kepada sang istri," tutur Kapolsek Kuta Utara, Kompol Heri Supriawan, Selasa (9/8/2016).

Korban yang saat ini masih menjalani sisa hukuman 2 tahun 5 bulan 8 hari ini divonis 3 tahun dalam keterlibatannya pada kasus narkoba.

"Jenazah korban yang diduga gantung diri sudah dibawa ke Rumah Sakit Sanglah," kata Kompol Heri.

Rekomendasi Untuk Anda

Informasi dari kepolisian, awal ditemukannya korban gantung diri bermula dari petugas yang sedang melakukan absen di tiap-tiap blok.

Menyadari Suena tidak ada di blok D, petugas kemudian melakukan penyisiran di areal lapas, petugas pun menemukan Suena sudah tewas akibat gantung diri.

Wayan Sari (65) orangtuanya terlihat menitikkan air mata setiap teringat dengan kematian putra sulungnya, I Wayan Suena (40), di halaman luar Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Selasa (9/8/2016).

Sari juga tak banyak bicara jika tak disapa atau ditegur sanak saudara yang mendampinginya siang itu.

Sari menceritakan dirinya baru saja tiba di rumah anak keduanya di Kepaon sekitar pukul 19.00 Wita dan mendapatkan kabar dari teman Suena kalau anaknya sudah meninggal.

Sari langsung menangis histeris mendengar kabar menyedihkan tersebut.

"Tidak hanya saya, semua juga langsung menangis," terangnya.

Terakhir bertemu dengan Suena yang tinggal di Banjar Butus Desa Budakeling Kecamatan Bebandem sudah delapan hari lalu.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas