Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

2 Orang Calon Haji Asal Madura Meninggal Jelang Keberangkatan

Sampai Rabu (10/8/2016) malam sudah empat kelompok terbang asal Embarkasi Surabaya diterbangkan ke Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in 2 Orang Calon Haji Asal Madura Meninggal Jelang Keberangkatan
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Jamaah calon haji kloter 2 kota Samarinda bersiap berangkat dilepas pejabat Pemkot menuju embarkasi haji Manggar Balikpapan, Rabu (10/8/2016).Sebanyak 338 jemaah haji asal Samarinda berangkat Kamis (11/8) menuju Kota Madina Saudi Arabaia. TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

Laporan Wartawan Surya, Nuraini Faiq

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Sampai Rabu (10/8/2016) malam sudah empat kelompok terbang asal Embarkasi Surabaya diterbangkan ke Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.

Pukul 19.30 WIB tadi malam calon jemaah haji asal Sampang dan Surabaya take off dari Bandara Juanda ke Madinah. Ada lima jemaah gagal berangkat.

Ketidakberangkatan mereka karena berbagai persoalan dan dua di antaranya meninggal dunia saat menjelang keberangkatan.

"Dua jemaah meninggal di daerah asal. Satu dari Pamekasan dan satunya dari Sampang," terang Peni Wulantari, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Surabaya kepada Surya.

Kedua anggota jemaah yang meninggal adalah Prasudi Muhammad Yakub. Jemaah ini berusia 60 tahun asal Pemekasan. Almarhum tergabung dengan Kloter 3 yang sudah lebih dulu terbang.

Sementara anggota jemaah yang meninggal berikutnya adalah Maisaroh, 58, asal Sampang. Seharusnya ia tergabung di kloter 4 yang baru saja berangkat dengan pesawat Saudi Arabia Airlines.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka meninggal karena sakit," kata Peni.

Selain karena meninggal dunia, ada dua jemaah lagi yang terpaksa gagal berangkat sesuai jadwal kloternya. Mereka adalah suami istri. Jemaah yang sakit itu harus dirawat di Rumah Sakit Umum Haji Sukolilo Surabaya.

Sebenarnya yang sakit adalah istrinya. Namun karena harus opname, sang suami memilih tak berangkat dan menemani istrinya. Panitia enggan menyebutkan identitas dan menderita sakit apa.

"Sebenarnya bukan gagal berangkat. Tapi keberangkatannya ditunda sampai menunggu kesembuhan jemaah. Satu lagi ada yang keberangkatannya ditunda karena nama dalam paspor tak sesuai surat pelunasan haji," tambah Peni.

Sumber: Surya
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas