Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Meranti Mencekam, Pemilik Toko Pilih Tutup, Jalanan Juga Sepi

Pantauan di sekitar lokasi, kondisi sesekali memanas ketika sejumlah massa melempari Mapolres dengan batu dan kayu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahid Nurdin
zoom-in Meranti Mencekam, Pemilik Toko Pilih Tutup, Jalanan Juga Sepi
TribunPekanbaru/GuruhBudiWibowo
Massa masih mengepung Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (25/8/2016). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Guruh BW
TRIBUNNEWS.COM, SELATPANJANG - Hingga saat ini, Mapolres Kepulauan Meranti dikepung ratusan masyarakat, Kamis (25/8/2016).

Beberapa personel anti huru-hara tampak masih berjaga-jaga di pintu gerbang.

Pantauan di sekitar lokasi, kondisi sesekali memanas ketika sejumlah massa melempari Mapolres dengan batu dan kayu.

Lemparan batu tersebut dibalas dengan beberapa kali tembakan dari arah Mapolres Kepulauan Meranti.

Kericuhan yang berawal dari tewasnya Brigadir Aidil dan Aa membuat kondisi Selatpanjang semakin mencekam.

Toko-toko di seluruh kota tutup, jalanan juga tampak sepi dari aktivitas masyarakat.

Ratusan masyarakat Kepulauan Meranti yang belum puas atas keterangan polisi mendatangi Mapolres Kepulauan Meranti, Kamis (25/8/2016).

Rekomendasi Untuk Anda

Ratusan masyarakat berdatangan dari berbagai arah mengepung Mapolres Kepulauan Meranti.

Tampak beberapa personil anti huru-hara berjaga-jaga di depan pintu gerbang Mapolres. Mereka masih menuntut agar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Asep Iskandar menjelaskan kronologis terkait kematian honorer pelaku penikaman Brigadir Aidil S Tambunan, Kamis (25/8/2016) dinihari.

Sempat terjadi aksi saling dorong antar massa dan personil yang berjaga-jaga. Tidak berlangsung lama, Kapolres

Kepulauan Meranti, AKBP Asep Iskandar mengatakan di hadapan massa akan mengusut tuntas kasus tersebut.

"Tenang saudara-saudara beri kami waktu untuk mengusut tuntas kasus ini. Kami akan selidiki seluruh proses penangkapan Aa hingga kematiannya," ujarnya di tengah kerumunan massa

Aksi massa menuntut kejelasan kronologi perkelahian hingga meninggalnya seorang honorer dan Brigadir polisi berujung tragis.

Satu orang warga dari kerumunan massa terjatuh seiring dentuman suara letusan, Kamis (26/8/2016).

Korban langsung terjatuh dan tertelungkup di halaman Mapolres Kepulauan Meranti.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas