Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Usung Konsep Desa Kalapatra, Seharusnya Bali Tak Butuh Destinasi Baru

Tri Permana atau Desa Kalapatra menjadi konsep keluhuran Pulau Bali. Konsep ini sedang dalam pengkajian untuk diusulkan dapat menyelesaikan masalah.

Penulis: I Made Ardhiangga
Editor: Y Gustaman
zoom-in Usung Konsep Desa Kalapatra, Seharusnya Bali Tak Butuh Destinasi Baru
TRIBUN/RIZAL FANANY
Ratusan krama banjar mengangkat Lembu usai diarak di laut sebelum memasuki menuju Setra (makam) dalam prosesi Ngaben di Desa Adat Padang Bai, Karangasem, Jumat (4/9/2015). Prosesi mengarak Lembu dan Bade menyusuri pantai merupakan tradisi turun temurun desa adat padang bai. TRIBUN BALI/RIZAL FANANY 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR -‎ Tri Permana atau Desa Kalapatra menjadi konsep keluhuran Pulau Bali. Konsep ini sedang dalam pengkajian untuk diusulkan dapat menyelesaikan masalah pembangunan.

Dalam waktu dekat akan ada acara yang mempertemukan anak muda Internasional untuk membahas tuntas konsep Tri Permana atau Desa Kalapatra.

Kabag Umum dan Kerjasama Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wawan Yagaswara, menyatakan sedikitnya 400 undangan hadir pada 10 hingga 14 September 2016.

Ia menjelaskan seharusnya konsep ini jika tetap dipertahankan di Bali, maka Bali tidak membutuhkan destinasi baru untuk wisata.

‎"Seharusnya memang tidak ada. Karena masyarakat Bali ialah masyarakat tradisional. Sedangkan masyarakat Bali ingin menuju ke masyarakat modern," ungkap Yagaswara, Kamis (25/8/2016).

Tri Pramana atau Desa Kalapatra sendiri mengusung konsep pembangunan lebih berkelanjutan. Tentang bagaimana sumber daya alam di Bali dikelola, seperti pengelolaan air oleh publik, kehidupan oleh publik yang semua parameternya adalah kebudayaan untuk kehidupan.

Berita Rekomendasi

"Nantinya deklarasi kebudayaan untuk membangun. Bukan hanya masalah ekonomi atau kultural. Tapi, bagaimana kebudayaan itu sebagai Indikator untuk capaian pembangunan," jelas dia.

"Seperti di Tibet itu, indeks mencapai pembangunan," imbuh Yagaswara.

Bali saat ini mengalami banyak transformasi. Cita rasa Bali akan hilang dengan sendirinya jika ada destinasi baru dan mengenyampingkan apa yang sudah ada. Tak jauh beda nantinya Bali dan Jakarta atau kota metropolitan lainnya.

"Bali sebagai pulau seharusnya tetap berada di posisi kebudayaan. Bukan beralih ke yang lain," Yagaswara menegaskan.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas