Tribun

Preman Ancam Jurnalis

Menpora: Saya Sudah Berbisik ke Kapolri Untuk Usut Tuntas Kasusnya

Menurutnya, wartawan memiliki tugas yang berat untuk memberitakan setiap hal yang dilihat dan didengar.

Penulis: Teuku Muhammad Guci Syaifudin
Editor: Wahid Nurdin
Menpora: Saya Sudah Berbisik ke Kapolri Untuk Usut Tuntas Kasusnya
Super Ball/Super Ball/Feri Setiawan
FOTO ILUSTRASI - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi usai memimpin pertemuan dengan pihak Manajemen Persija Jakarta, PT Gelora Trisula Semesta selaku operator Indonesia Soccer Championship 2016 dan Polda Metro Jaya di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (27/6/2016) Pertemuan itu membahas terkait kerusuhan yang terjadi antara oknum The Jakmania dengan aparat kepolisian saat laga Persija melawan Sriwijaya FC, Jumat (24/6/2016) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Super Ball/Feri Setiawan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi telah meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus intimadisi dan teror terhadap Wartawan Tribun Jabar, Moh Zezen Zainal M.

Kasus yang dialami Zezen telah dilaporkan langsung Pemimpin Redaksi (Pemred) Tribun Jabar, Cecep Burdansyah, ke Polda Jabar pada Rabu (21/9/2016).

"Saya menyesalinya dan saya sudah berbisik ke kapolri untuk usut tuntas kasusnya," kata Imam kepada wartawan usai menggelar konferensi pers tentang persoalan PON di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Jumat (23/9/2016).

Imam mengatakan, intimidasi dan teror terhadap Zezen tak seharusnya terjadi apalagi jika mengkritisi penyelenggaraan PON.

Menurutnya, wartawan memiliki tugas yang berat untuk memberitakan setiap hal yang dilihat dan didengar.

"Jadi itu harus dihargai, saya menyoroti hal ini dan saya minta kepolisian (Menerima laporan. Red) untuk mengusut dengan tuntas," kata Imam.

Terkait dengan adanya pihak yang mengatasnamakan ormas dan LSM selaku peneror Zezen, Imam tak mau tahu. Menurutnya, hal tersebut menjadi kewenangan polisi untung mengungkapnya. Namun ia meminta intimitasi terhadap wartawan harus segera disudahi.

"Tugas wartawan berat bagaimana memublikasikan ide dan mentraformasikan gagasan cita-cita olahrga ke masyarakat," kata Imam.

Imam hadir mewakili presiden ketika menggelar rapat di Hotel Trans Luxury, Jalan Gatot Soebroto, Kota Bandung, Jumat (23/9/2016). Pihaknya merapatkan persoalan yang terjadi pada penyelenggaran PON akhir-akhir ini.

Pantauan Tribun, rapat tersebut dihadiri Ketua PB PON, Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, Pangdam III/Siliwangi, Mayjen Hadi Prasojo, Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Nana Sudjana, dan lainnya. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas