Cipayung Pekanbaru Desak Pemerintah Buka Fakta Pembunuhan Munir
Cipayung Pekanbaru memberikan dukungan pada Antasari Azhar untuk mengungkapkan kebenaran atas berbagai kasus korupsi di Indonesia yang belum tuntas
Penulis: Budi Rahmat
Editor: Eko Sutriyanto
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Budi Rahmat
TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU - Cipayung Pekanbaru mendesak pemerintah untuk menyelesaikan kasus Munir serta memberikan dukungan pada Antasari Azhar untuk mengungkap kebenaran.
Hal tersebut disampaikan gabungan organisasi kampus ini dalam siaran persnya, Kamis (10/11/2016).
Dalam pernyataan sikapnya, Cipayung mendesak pemerintah agar segera membuka hasil temuan fakta atas kasus Munir kepada Tim Pencari Fakta.
Mendukung proses pencarian fakta atas kasus Munir agar kebenaran terungkap dan proses
hukum bisa dijalankan atas kasus tersebut.
Selanjutnya terkait bebasnya Antasari Azhar yang bertepatan dengan hari Pahlawan, Cipayung Pekanbaru memberikan dukungan pada Antasari Azhar untuk mengungkapkan kebenaran atas berbagai kasus korupsi di Indonesia yang belum tuntas.
"Sebagai negara hukum, kami juga mendukung Antasari untuk mengungkapkan nama-nama yang terlibat dalam kasus yang merugikan negara supaya hukum bisa ditegakkan," ujar Ketua Cabang GMKI Pekanbaru, Hubert EN Marpaung.
Menurut Hubert, momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016 saat ini, Cipayung Pekanbaru mencoba menelusuri dan mengambil sikap tentang kasus-kasus korupsi yang terjadi di Indonesia yang belum terungkap kebenarannya.
Hal ini berpengaruh dengan utuhnya persatuan bangsa.
Kasus yang diambil adalah tentang Kasus yang menimpa Antasari Azar (mantan Ketua KPK) yang setelah sekian lama berada dibalik jeruji besi dan dibebaskan pada tanggal 10 November 2016.
Menurutnya, Antasari Azar memegang kunci kebenaran beberapa kasus korupsi di Indonesia kemudian kasus kematian Munir Said Thalib yang masih misteri dengan tidak adanya fakta-fakta kebenaran kematian Munir
"Melalui diskusi bersama Cipayung di kota Pekanbaru yang dihadiri oleh GMKI, PMKRI, GMNI,
HMI dan PMII maka kami juga mengeluarkan pernyataan sikap," katanya.