Kisah Korban Begal, Celurit Diayun Ayun di Atas Kepala
Pelaku yang mengancam dengan clurit membawa tas ransel kecil, mengenakan jaket gelap, dan celana gelap
Editor:
Eko Sutriyanto
Sedangkan gerombolan yang lainnya ada di belakang berjarak sekitar 5 meter.
Upaya Achmad untuk menghindar dari pelaku pembegalan justru membuat Achmad dan Sandi terjatuh.
Achmad kehilangan kendali dan jatuh ke arah kanan.
Sandi yang berada di belakang lantas lari sesaat setelah jatuh.
Sedangkan Achmad berupaya berdiri karena kaki kananya terjepit.
Di tengah upayanya itu, dari belakang datang sepeda motor lain menabrak lengan Achmad.
Kemudian pelaku mengambil motor Honda Vario milik Achmad yang bernopol N 3850 TBI.
Pelaku langsung lari ke arah Malang setelah mendapatkan sepeda motor.
Kejadian itu banyak disaksikan orang.
Pasalnya, terjadi di jalur utama penghubung Kota Surabaya dan Malang namun, tidak ada orang yang mau menolong saat pembegalan terjadi.
Achmad dan Sandi baru mendapat pertolongan ketika gerombolan begal sudah pergi membawa Honda Vario 125 miliknya.
Sepeda motor itu baru saja dikredit awal tahun ini.
Belum juga habis bayar kredit, Sulam Taufik (56) ayah Achmad sudah kehilangan motor yang ia persembahkan untuk anaknya.
Sulam yang sehari-hari bekerja sebagai buruh hanya bisa pasrah atas kejadian ini.
Pengalaman tak mengenakkan juga dialami Rahman, buru tani asal Kecamatan Wonorejo, Pasuruan.
Baca tanpa iklan