Kisah Korban Begal, Celurit Diayun Ayun di Atas Kepala
Pelaku yang mengancam dengan clurit membawa tas ransel kecil, mengenakan jaket gelap, dan celana gelap
Editor:
Eko Sutriyanto
Waktu baru menunjukkan lepas Isya saat Rahman berpamitan kepada Siti (istri Rahman) untuk berangkat menuju kediaman rekannya guna mengambil STNK dan plat nomor motor barunya.
Rahman pun menggeber motor merk Honda Beat yang baru dibelinya empat bulan lalu.
Saat tiba di persawahan di Desa Slambrit, Kraton, Rahman mendadak dipepet dua orang tak dikenal. Ia diminta untuk berhenti.
Usai memasang standar motornya, Rahman kemudian turun dari kendaraanya.
Saat satu kakinya menyentuh tanah dan kaki lainnya sedang terangkat di atas motor, tiba-tiba salah satu pelaku mendorongnya. Rahman pun terjatuh dan terguling ke sawah.
Bajunya robek. Pundaknya berdarah. Para bandit itu mengambil alih kemudi, kemudian menyalakan mesin motor, lalu kabur.
“Begal belum sampai mengeluarkan senjata,” ujarnya.
Sebagai buruh petani, Rahman berpenghasilan pas-pasan.
Uang muka yang ia bayarkan untuk mendapatkan motor, dia peroleh dari uang pesangon usai di-PHK dari perusahaan pertanian di wilayahnya.
"Iki wis dadi coba (ini sudah menjadi cobaan kami). Semoga pelakunya mendapatkan hukuman setimpal. Kami juga yakin akan mendapat gantinya dari Tuhan," ujarnya. (Benni Indo/Bobby Constantine Kolloway)
Baca tanpa iklan