Tribun

Putu Robot Ucapkan Salam, Wayan Slamet Malah Menyambut dengan Pukulan dan Tikaman Hingga Tewas

I Wayan Slamet telah melakukan penganiayaan terhadap saksi korban I Putu Sumariana alias Putu Robot hingga meninggal dunia.

Editor: Hendra Gunawan
Putu Robot Ucapkan Salam, Wayan Slamet Malah Menyambut dengan Pukulan dan Tikaman Hingga Tewas
Shutterstock
Ilustrasi 

"Kemudian korban Putu Robot mencangkupkan kedua tangannya di dada sambil mengucapkan salam Om Swastiastu kepada terdakwa Slamet. Selanjutnya terdakwa Slamet memukul korban di bagian wajah sebanyak 1 kali, dengan menggunakan tangan kanan mengepal," terang Jaksa Bella.

Dari pukulan itu, kepala korban tersentak ke belakang dan selanjutnya datang sekitar 10 orang dari belakang terdakwa Slamet.

Kesepuluh orang (belum diketahui identitasnya, red) yang masih dalam proses penyelidikan oleh polisi ini melakukan pemukulan dan juga melakukan penusukan menggunakan pisau ke korban Putu Robot.

"Sampai korban Putu Robot terjatuh ke lantai namun orang-orang tersebut masih melakukan pemukulan dan ada juga yang menginjak injak korban," ungkapnya dalam dakwaan.

Lanjut Bela, setelah itu datang petugas lapas dan rekan korban Putu Robot memberikan pertolongan.

Kondisi korban Putu Robot saat itu sudah dalam keadaan terluka di muka dengan berlumuran darah.

Pun luka robek di perut sebelah kiri, dan selanjutnya korban Putu Robot dilarikan ke RSUD Sanglah.

Namun jiwa Putu Robot tak tertolong dan meninggal dunia.

Usai membacakan dakwaan, terdakwa Slamet tidak menyatakan keberatan dan sidang pun akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU.

Diberitakan sebelumnya, selain terdakwa Slamet, empat orang pelaku bentrok lapas telah divonis pidana 10 bulan penjara oleh majelis hakim PN Denpasar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas