Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bikin Gaduh, Kru Pesawat AirAsia Turunkan Bule Pria Asal Siprus

Lantaran membuat gaduh jelang terbang dari Bandara Adisutjipto, kru AirAsia menurunkan seorang warga negara asing pada Selasa (10/1/2017) pagi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Y Gustaman
zoom-in Bikin Gaduh, Kru Pesawat AirAsia Turunkan Bule Pria Asal Siprus
KOMPAS IMAGES
Pesawat AirAsia di Bandara Juanda, Surabaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lantaran membuat gaduh jelang terbang dari Bandara Adisutjipto, kru AirAsia menurunkan seorang warga negara asing pada Selasa (10/1/2017) pagi.

Bule bernama Demis Pierre Badivieso Savva berpaspor Republik Siprus itu diturunkan dari pesawat AirAsia rute Yogyakarta-Singapura. 

"Dari mulai check-in saya dapat laporan kalau memang sudah tidak beres, dia minta yang bukan hak penumpang. Tapi kami layani dengan baik," ungkap Wahyu, Station Manager AirAsia Yogyakarta

Saat menaiki pesawat, bule tersebut berbicara ke penumpang lain hingga membuatnya ketakutan. Dari tingkah serta cara bicaranya melantur layaknya orang mabuk. 

Ulah Demis yang membuat resah penumpang lain itu lantas disikapi kru pesawat. Petugas keamanan maskapai membawa turun Demis untuk diperiksa lebih lanjut.

"Setelah kita cek di KKP tidak ada indikasi narkoba. Tadi memang agak membuat kerusuhan makanya kita turunkan," Wahyu menambahkan.

Rekomendasi Untuk Anda

Hasil pemeriksaan kesehatan dokter tidak menemukan indikasi alkohol di tubuh Demis. Diduga bule tersebut mengalami gangguan mental. 

Selanjutnya, pihak maskapai akan berdiskusi dengan Demi setelah kondisinya tenang. Penumpang itu terbang ke Singapura dengan tujuan hendak kembali ke negara asalnya. 

Sementara itu, Liza Anindya Communication & Legal Section Head Bandara Adisutjipto menuturkan, langkah yang dilakukan maskapai itu telah tepat.

Penurunan penumpang yang dirasa mencurigakan merupakan langkah antisipasi untuk keselamatan penerbangan. 

"Itu antisipasi untuk keselamatan penerbangan juga. Kalau memang pihak maskapai menilai perlu dilakukan pengecekan kembali ya mereka yang menerapkan," ujar Liza.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas