Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolda Jabar Bantah Perintahkan GMBI Bentrok dengan FPI

Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan membantah telah memerintahkan anggota ormas GMBI untuk datang ke Polda Jabar, Kamis (12/1/2017).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Kapolda Jabar Bantah Perintahkan GMBI Bentrok dengan FPI
TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
RUSAK - Satu unit mobil Kijang Innova yang ditumpangi anggota Front Pembela Islam (FPI) kaca bagian belakang dan sampingnya pecah diduga dirusak massa yang kontra terhadap Habib Rizieq di Jalan Soekarno Hatta tidak jauh dari Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (12/1/2017). Kericuhan antara kedua kelompok massa tersebut tidak berlangsung lama saat Imam Besar FPI Habib Rizieq meninggalkan Mapolda Jabar. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan membantah telah memerintahkan anggota ormas GMBI untuk datang ke Polda Jabar, Kamis (12/1/2017).

Saat Rizieq diperiksa sebagai saksi terlapor terkait laporan Sukmawati Soekarnoputri, dua kubu pro dan kontra bersinggungan yakni GMBI dan FPI.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus memastikan unjuk rasa GMBI di depan Polda Jabar saat itu sudah mengakukan izin beberapa hari sebelumnya.

"Mereka mengajukan surat pemberitahuan menyampaikan pendapat di muka umum selama dua hari, yaitu Rabu, 11 Januari 2017 dan Kamis, 12 Januari 2017," kata Yusri kepada Tribun Jabar, Selasa (17/1/2017).

Pernyataan Yusri sekaligus membantah sebuah berita media daring yang menyebutkan Kapolda Jabar sebagai dalang kericuhan dua kelompok massa yang belakangan menimbulkan kericuhan.

"Aksi mereka ke Polda Jabar selama dua hari untuk menuntut Polda Jabar memproses secepat mungkin apa yang pernah dilaporkan sebelumnya. Rizieq dilaporkan telah memplesetkan sampurasun menjadi campur racun," kata Yusri.

Rekomendasi Untuk Anda

Kelompok massa yang menuntut Polda Jabar menuntaskan kasus plesetan sampurasun itu selain GMBI, ada juga kelompok dan komunitas masyarakat Sunda.

"Justru kehadiran massa (FPI) yang datang ke Polda Jabar itu tidak ada surat pemberitahuan (keramaian). Padahal mereka itu hanya mengantar," kata Yusri.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas