Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ibunda Berharap Penelitian Asyam tentang Penguraian Limbah Oli Bisa Dimanfaatkan

Penelitian penguraian limbah oli di laut yang dituliskan Asyam dapat dimanfaatkan untuk Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Ibunda Berharap Penelitian Asyam tentang Penguraian Limbah Oli Bisa Dimanfaatkan
Tribun Jogja/Jihad Akbar
Sri Handayani (46) menunjukkan piagam prestasi Asyam semasa hidup kepada Menristekdikti Muhammad Nasir. TRIBUN JOGJA/JIHAD AKBAR 

Sebelumnya, Asyam merupakan satu dari tiga korban meninggal peserta Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala UNISI Mahasiswa UII Yogyakarta.

Kegiatan merenggut tiga nyawa itu digelar di Hutan Tlogodringo Desa Gondosuli Tawangmangu Karanganyar.

Menristekdikti Muhammad Nasir mengatakan, inovasi Asyam yang tertulis dalam penelitian itu akan dikembangkan peneliti lain.

"Secara akademis secara ilmiah harus berkembang terus," ujarnya.

Terkait kekerasan yang terjadi di kampus itu, Nasir menegaskan akan mengawal prosesnya hingga tuntas. Semua panitia dan manajemen kampus akan menjalani proses.

Baca: Sebelum Meninggal, Tiga Korban Diksar Sempat Ingin Mengundurkan Diri

Baik proses hukum maupun proses evaluasi akademis.

Rekomendasi Untuk Anda

"Proses hukum harus berjalan harus sampai akar-akarnya. Agar tidak ada lagi kasus lainnya di semua kampus yang ada di Indonesia," tegas Nasir.

Kejadian kekerasan yang mengakibatkan pemuda berprestasi itu sangat disayangkannya.

Untuk mencegah kejadian serupa ia mengintruksikan untuk seluruh kampus melakukan pendampingan dan pengawasan dalam semua kegiatan dan ekstrakurikuler mahasiswa.

Sebab dikhawatirkan jika tidak adanya pendampingan dari dosen, kasus kekerasan dapat terulang.

Jika terdapat pelanggaran lagi, pemerintah tidak ragu untuk menyerahkan proses hukum pada polisi jika masuk ranah hukum.

Baca: Penyidik Sudah Periksa 21 Saksi terkait Tewasnya Tiga Mahasiswa UII

Dan akan memproses akademik seperti penghentian jabatan dan skorsing jika berada di ranah akademik dan tidak ada unsur hukum.

"Menjadi tanggung jawab negara terhadap keadilan, kita saat ini sedang melakukan revolusi mental," ungkapnya.

Dalam kedatangan itu, ia menyampaikan salam Presiden Jokowi kepada keluarga. Ia juga sempat memimpin doa untuk Asyam.

Nasir berharap pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas